24 Warga Sulsel Tewas, Gubernur Sulsel Terus Pantau Perkembangan Kondisi di Wamena

Salah satu bangunan yang hangus terbakar saat terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten, Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019)

Salah satu bangunan yang hangus terbakar saat terjadi kerusuhan di Wamena, Kabupaten, Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu, Rabu (25/9/2019). (Ist)

Makassar, PANRITA.News – Berdasarkan data yang diperoleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Papua, sebanyak 24 warga Sulsel meninggal akibat kerusuhan di Mamewa, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Olehnya itu, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk memastikan kondisi warga Sulsel di Kota Wamena.

“Itu lagi kita pantau perkembangan,” kata Nurdin Abdullah di Rumah Sakit Ibnu Sina usai menjenguk mahasiswa korban unjuk rasa, Minggu (29/9/2019).

Selanjutnya apakah akan dilakukan evakuasi ke Sulsel atau langkah apa selanjutnya masih terus dikomunikasikan.

“Jadi sekarang pendekatan kita kepada pemerintah (Provinsi Papua), sambil kita menunggu situasi yang baik,” sebutnya.

Tidak menutup kemungkinan jika dirinya dan Kapolda Sulsel akan berkunjung ke sana dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya Pemprov Sulsel telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua melalui Kepala Bappeda Muhammad Musa’ad yang juga berasal dari Sulawesi Selatan menyampaikan laporan terkini kondisi Papua. Ia mengatakan warga Sulsel yang berada di Wamena telah dievakuasi ke kota Jayapura, dan yang masih berada di kota Wamena, untuk sementara di Kantor TNI dan Polri.

“Kondisi di Wamena sudah mulai membaik dibandingkan kemarin, kami memastikan bahwa warga Sulsel agar segera dievakuasi untuk mendapat perlindungan di kantor TNI-Polri, dan ke kota Jayapura,” jelasnya.

Sekertaris Daerah, Abdul Hayat menyatakan bahwa Pemerintah Sulsel telah merespon di Jayapura, khususnya di Wamena. Tim medis juga telah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel.

Plt Kadis Kesehatan Sulsel dr Bachtiar Baso menyampaikan, untuk penanganan pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD dan Dinsos Sulsel.

“Kami sudah siapkan tim untuk itu, kemari saya lansung menjemput tiga jenasah dari Wamena di Bandara Hasanuddin,” jelasnya.

Selain itu, juga telah disiagakan tim di Posko Krisis Kesehatan Dinkes Sulsel berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Sultan Hasanuddin.

Tinggalkan Komentar