Pelajar SMA Jadi Tersangka karena Bunuh Begal saat Membela Diri, Nasibnya Ditentukan di Pengadilan

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka ZA dan Ahmad (22) serta kakaknya Rozikin (25) pelaku begal

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka ZA dan Ahmad (22) serta kakaknya Rozikin (25) pelaku begal, Selasa (10/9/2019). (Foto: Tribun Solo)

Seorang pelajar SMA di Malang menjadi tersangka setelah membunuh seseorang yang hendak membegalnya.

Siswa SMA ini terpaksa membunuh orang yang mau membegalnya dan mengancam akan menggilir pacarnya.

Polisi tetap menjadikan ZA (17), siswa SMA di Malang, sebagai tersangka meski konteksnya membela diri.

Tetapi, polisi tidak menahan pelajar tersebut.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, penetapan ZA (17) sebagai tersangka karena berdasarkan barang bukti yang telah dikumpulkan.

Yade mengatakan, dari bukti-bukti yang ada, ZA terbukti membunuh Misnan (33).

“Polisi tugasnya hanya mengumpulkan alat bukti,” kata Yade Setiawan Ujung seperri dikutip Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

“Yang menilai perbuatan itu bukan wewenang polisi,” lanjut Yade Setiawan Ujung.

Yade menjelaskan, polisi tidak bisa mengenyampingkan kasus pembunuhan itu.

Meskipun, hal itu dilakukan karena membela diri.

Sehingga, siswa SMA bunuh begal tetap dijadikan tersangka.

Yade mengatakan, pengadilan yang akan menentukan apakah ZA bersalah atas perbuatannya atau tidak.

“Kalau menurut hakim membela diri, hakim bisa vonis bebas.”

“Polisi aturannya tetap, sesuai dengan barang bukti,” katanya.

Meski menjadi tersangka, ZA tidak ditahan.

Polisi memberikan diskresi karena ZA masih berstatus pelajar dan melakukan pembunuhan karena pembelaan.

“Saya sampaikan, terhadap ZA kami tidak lakukan penahanan karena dia membela diri dan kedua masih di bawah umur,” kata Yade Setiawan Ujung.

Video yang mungkin anda sukai:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Seorang Pelajar SMA Bunuh Begal yang Ingin Perkosa Pacarnya

Leave a Reply