Reaksi Orang Tua Santri Usai HP Anaknya Dirusak Pengurus Pondok Pesantren

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo, Ngabar, Ponorogo merusak handphone (HP) milik para santri.

Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo, Ngabar, Ponorogo merusak handphone (HP) milik para santri.

Ponorogo, PANRITA.News – Langkah pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Songo, Ngabar, Ponorogo yang merusak handphone (HP) milik para santri beredar dan viral di media sosial dalam kurun beberapa hari terakhir ini.

Namun, ternyata orangtua atau wali santri malah mendukung langkah pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) yang merusak HP tersebut.

Hal itu diu gkapkan salah seorang wali santri, Umi Hasanah. Ia mengaku sangat mendukung langkah pengasuh yang menghancurkan HP santrinya.

Sebab, salah satu alasan wali santri memondokkan anaknya agar tidak kecanduan HP.

“Saya mendukung sekali dan dari awal memang sudah dikasih tahu kalau santri tidak boleh bawa HP. Saya kira perusakan HP para santri sangat positif. Kebanyakan wali santri juga beralasan menaruh anaknya di pondok agar terpisah dari HP,” kata Umi asal Bantul, DIY seperti dikutip Okezone Muslim, Selasa (25/6/2019).

Humas Ponpes Wali Songo, Muhammad Khoirul mengatakan, tindakan menghancurkan HP itu sudah sesuai dengan pedoman peraturan santri dan didukung surat pernyataan calon santri dan calon orangtua/wali yang akan mendaftar di Ponpes Ngabar. Hukuman itu dibuat untuk menimbulkan efek jera.

“Itu (perusakan HP) kebijakan pesantren yang tidak bisa dimasuki oleh publik sebagaimana mestinya. Semoga ini jadi pembelajaran yang baik bagi semuanya,” katanya.

Tinggalkan Komentar