Mahasiswa Bantaeng Gelar Unjuk Rasa di Depan Kantor Gubernur Sulsel

Aliansi Mahasiswa Bantaeng Bersatu (AMBAR) melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor Gubernur Sulsel, Jln. Urip Sumoharjo, Senin (24/6/2019)

Aliansi Mahasiswa Bantaeng Bersatu (AMBAR) melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor Gubernur Sulsel, Jln. Urip Sumoharjo, Senin (24/6/2019)

Makassar, PANRITA.News – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bantaeng Bersatu (AMBAR) melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Kantor Gubernur Sulsel, Jln. Urip Sumoharjo, Senin (24/6/2019).

Massa aksi sempat memaksakan masuk di Kantor Gubernur dan diwarnai saling dorong antara massa aksi dengan Aparat Kepolisian.

Aksi yang dipimpin oleh Iccang selaku jendral lapangan mempertanyakan kejelasan Amdal dan surat izin lingkungan  PT. Huady Nikel-Alloy.

Dalam orasinya, Iccang menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi selatan sudah memperjelas surat yang sesuai notulen yang ditanda tangani di tahun 2018 yang berisi PT. Huady agar selayaknya menghentikan sementara produksi sampai terpenuhinua izin lingkungan dan izin PPLH. “Namun PT. Huady Nikel Alloy tetap melakukan pengoprasian,” kata Iccang.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sulsel Ir. Andi Hasbi membenarkan hal tersebut.

“Memang betul bahwa dalam rapat yang di lakukan pada tanggal 21 november 2018 pihak PPLH merekomendasikan PT.HUADI untuk segera di hentikan pengoperasiannya sebelum surat lingkungan keluar dari dinas lingkungan hidup kabupaten bantaeng,” jelas Andi Hasbi.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan pengawalan ketat oleh Pihak Aparat Kepolisian Panakkukang bersama Satpol PP Gubernur Sulsel, hingga aksi berakhir aman dan lancar.

Tinggalkan Komentar