Korupsi Dana Desa, Kades Mattirowalie Bone Dieksekusi ke Lapas Watampone

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lappariaja (Lapri) Andi Hairil Akhmad memimpin tim mengeksekusi Ruddin Tokkong, Kamis (20/6/2019) siang. - Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lapariaja/Andi Hairil Akhmad

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lappariaja (Lapri) Andi Hairil Akhmad memimpin tim mengeksekusi Ruddin Tokkong, Kamis (20/6/2019) siang. - Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lapariaja/Andi Hairil Akhmad

Bone, PANRITA.News – Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bone menjemput salah satu kepala Desa bernama Ruddin Tokkong, Kamis (20/6/2019) siang tadi.

Ruddin Tokkong yang merupakan Kepala Desa Mattirowalie Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone divonis bersalah dalam korupsi dana desa.

Tim Jaksa Cabang Kajari Bone mengeksekusi Ruddin di Lapariaja yang dipimpin langsung Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Lapariaja Andi Hairil Akhmad.

Setelah selesai administrasi eksekusinya Ruddin Tokkong selanjutnya di bawah dibawa ke Lapas Klas II A Watampone oleh Tim Kacabjari Bone .

“Kepala Desa Mattirowalie telah kami masukkan ke Lapas Watampone untuk menjalani pidananya,” ujarnya Andi Hairil membenarkan hal tersebut, Kamis (20/6/2019).

Ruddin Tokkong akan menjalani hukuman setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar memvonis Ruddin Tokkong bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Andi Hairil menyebut Ruddin Tokkong dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta, terangnya.

Tim Jaksa Cabjari Bone sebelumnya juga telah melakukan penyitaan uang tunai sebesar Rp 140 juta dari Ruddin Tokkong pada tahap pemyidikan dan disetorkan ke kas negara serta diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti kerugian keuangan negara sebagaimana amar putusan.

“Pemulihan keuangan negara merupakan fokus penanganan korupsi saat ini dan untuk perkara ini hal tersebut sudah Kami lakukan, prinsip kami Follow the money,” pungkas Andi Hairil.

Tinggalkan Komentar