Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA) Kawal Anjloknya Harga Kopra di Selayar

Mahasiswa, tokoh masyarakat dan petani bergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA). (Foto: Ist)

Mahasiswa, tokoh masyarakat dan petani bergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA). (Foto: Ist)

Selayar, PANRITA.News – Puluhan pemuda, masyarakat dan petani yang tergabung dalam Koalisi Perjuangan Rakyat (KOPRA) merespon anjloknya harga komoditas andalan di Kabupaten Kepulauan Selayar, Jum’at (15/6/2019).

Janji politik Bupati Selayar H Muh Basli Ali dan wakil Bupati H Zainuddin (BAZ) yang akan menyangga harga komoditas andalan seperti kopra, pala, jambu mente dan lain lain nyatanya tidak terelesiasi.

Hal tersebut menuai banyak tuntutan dari sejumlah masyarakat. Salah satunya dari petani Kopra.

Anjloknya harga kopra yang merupakan salah satu komiditas andalan membuat petani kelapa semakin khawatir akan kelangsungan produksinya yang tidak akan mencapai target produksi yang memuaskan, bahkan mengalami kerugian.

Harga kopra yang berkisar 4000/Kg membuat petani khawatir akan berhenti mengolah kelapa mereka menjadi kopra.

“Sejak harga kopra anjlok, sy tidak mengolah lagi karena pasti rugi. Jadi saya biarkan saja bertunas,” ujar Jala’ salah satu petani kelapa yang hadir pada konsolidasi tersebut.

Sementara itu, koordinator Koalisi Perjuangan Rakyat (Kopra), Sem sapaan akrab Abdul Fattah mengatakan bahwa dirinya akan terus mengawal anjloknya harga dan janji dari Bupati Kepulauan Selayar untuk menaikkan harga komoditas unggulan tersebut.

“Jika harga kopra tidak stabil rakyat akan menderita, dan meraka terpaksa menanggung beban kebutuhan yang melilit” Kata sem.

Untuk selanjutnya, kata sem janji politik bupati kepulauan Selayar, yang akan menyangga harga komoditas unggulan tersebut tidak bisa dirasakan oleh masyarakat. Sehingga petani, mahasiswa dan tokoh masyarakat di kepulauan Selayar menuntut naiknya harga kopra sebagaimana dijanjikan oleh Bupati.

Leave a Reply