Heboh Uang Panaik Mahal, Pemuda di Gowa Menikah Hanya dengan Surah Ar-Rahman

Pasangan Salahuddin dan Nur Awaliyah

Pasangan Salahuddin dan Nur Awaliyah

Gowa, PANRITA.News – Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan dalam jagad maya dengan pemberitaan pernikahan dengan mahar atau uang panaik dengan angka fantastis, diantaranya yang terjadi di Bantaeng dengan uang panaik Rp300 juta, tanah satu hektare, emas satu setel, beras satu ton, dan seekor kuda.

Mahalnya uang panaik dan mahar tersebut berhasil merebut perhatian masyarakat sebagai salah satu yang dianggap budaya yang ada di Sulawesi Selatan.

Namun, ada hal yang berbeda terjadi dengan seorang mempelai pria bernama Salahuddin di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pria ini mempersunting kekasihnya tanpa uang panaik dan hanya memberikan mahar kepada mempelai wanita bernama Nur Awaliyah hanya berupa hafalan surah Ar-Rahman pada 13 Juni 2019 kemarin.

Dalam unggahan @makassarinfo menyebut bahwa salah seorang pria di Kabupaten Gowa mempersunting seorang wanita tanpa uang panaik dengan mahar surah Ar-Rahman.

“Ramai pemberitaan Uang Panaik mahal di bugis, Pria di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan ini mempersunting seorang wanita tanpa Uang Panaik dan Maharnya surah Ar-Rahman dan sebuah cincin emas,” tulisnya.

Diketahui, Salahuddin memang dikenal sebagai seorang hafidz. Dirinya juga merupakan seorang guru di MTsTQ Azhar Center.

Sementara itu, dikutip dari laman Tribuntimur.com, Salahuddin membenarkan hal tersebut

“Ini wujud untuk mengharapkan keberkahan Al-Quran melalui mahar surah ini, apalagi keluarga besar kami memiliki latar belakang agama yang kuat,” kata Salahuddin, Jumat, (15/6/2019).

Menurut Salahuddin, mahar berupa persembahan hafalan Al-Quran sudah ada sejak dulu, bahkan sudah lumrah sejak zaman nabi.

Namun, kata Dia, budaya Bugis Makassar telah membangun paradigma soal uang panai (uang lamaran) dengan nilai jutaan rupiah.

“Jadi sejatinya bukan berapa nilai uang panainya, tapi bagaimana kita mengharapkan keberkahan untuk pernikahan. Oleh karena itu kami memilih Al-Quran,” ujarnya.

Leave a Reply