Fahri Hamzah: DPR harus Dibebaskan dari Ketergantungan Politik Partai

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang menilai para politisi di Senayan bertanggungjawab terkait panasnya suhu perpolitikan pasca Pemilu 2019.

Fahri menilai kritik itu disampaikan tepat waktu dan menjadi instrospeksi bagi para wakil rakyat.

“Kritik itu sebenarnya tepat waktu, karena ini memang introspeksi besar bagi DPR sebagai lembaga perwakilan dan kamar dari cabang kekuasaan yang paling besar. Karena kalau DPR-nya lumpuh, maka seluruh konsep pengawasan di negara kita itu menjadi lumpuh juga,” ujar Fahri kepada wartawan, Jumat (31/5/2019) malam.

Menurut Fahri, kritik Muhammadiyah itu tepat dilayangkan kepada DPR. Dia menilai, ada gejala konsep pengawasan oleh DPR saat ini tengah lumpuh. Anggota DPR, kata Fahri, kerap bergantung pada politik partai.

“Tetapi itu harus ditarik ke atas ya. Satu hal yang harus kita putuskan ke depan, karena anggota DPR kita sangat bergantung kepada instruksi partai politiknya masing-masing. Saya merasa bahwa anggota DPR harus dibebaskan dari ketergantungan politik partai, tetapi harus terikat dengan politik kerakyatan,” ucapnya.

Fahri pun menilai kritik dari Muhammadiyah sangat relevan untuk disikapi dengan serius.

“Sekarang ini partai politik telah terakomodasi ke dalam koalisi-koalisi yang akhirnya suara rakyat tidak mampu menembus tembok-tembok yang besar di DPR itu, dipotong oleh kepentingan partai politik. Saya kira kritik Muhammadiyah ini sangat relevan untuk kita seriusi,” tegasnya.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah kembali menyampaikan pernyataan soal panasnya suhu perpolitikan pasca Pemilu 2019. Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menilai para politisi di Senayan yang bertanggungjawab.

“Yang di Senayan ini, partai-partai politik juga untuk ikut bertanggungjawab,” kata Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah Jalan Cik Ditiro No 23 Yogyakarta, Kamis (30/5).

Tinggalkan Komentar