Video Polisi Gunakan Ular saat Interogasi Viral, Ini Penjelasan Kapolres

Screenshot video saat terduga jambret diinterogasi polisi menggunakan ular.

Screenshot video saat terduga jambret diinterogasi polisi menggunakan ular.

Wamena, PANRITA.News – Video polisi yang menggunakan ular saat melakukan interogasi terhadap terduga pelaku kejahatan menuai sorotan. Pasalnya, cara tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tidak wajar dan di luar SOP.

Interogasi menggunakan ular tersebut menuai sorotan setelah viral di media sosial. Salah satunya, melalui akun Twitter Veronika Koman.

Menurut Veronila, interogasi seperti itu kerap dilakukan terhadap orang Papua.

“Ternyata penggunaan ular untuk interogasi orang Papua yang ditangkap cukup marak. Terakhir yang diketahui adalah terhadap Sam Lokon anggota KNPB. Video ini kabarnya di Wamena.” tulis Veronika, 8 Februari 2019.

Sebagaimana yang terlihat dalam video, leher pelaku penjambretan yang tangannya diikat itu dililitkan ular dan pria lain yang diduga polisi terlihat menggerak-gerakan ular tersebut.

“Berapa kali kau mencuri hape,” tanya perekam video tersebut.

Jambret itu tak menjawab, ia berteriak dan menutup matanya ketika melihat ular tersebut. Si penjambret itu terlihat semakin histeris ketika ular itu diarahkan ke wajahnya.

Setelah ular itu hendak dimasukkan melalui celananya, jambret itu akhirnya mengakui perbuatannya.

“Saya melakukannya dua kali,” kata dia.

Kapolres Angkat Bicara

Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda Swadaya, meminta maaf atas penggunaan ular yang dililitkan di salah satu pelaku kejahatan di Jayawijaya beberapa waktu lalu.

“Selaku Kapolres, saya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan anggota kami yang kurang profesional dalam proses penyidikan, sehingga waktu penyidikan mereka susah melakukan pembuktian dari pelaku jambret yang tertangkap pada 4 Februari 2019, kemudian anggota kami mengambil inisiatif dengan memberikan ular,” kata Tonny saat jumpa pers di Polres, Jumat, 8 Februari 2019.

Ia menjelaskan, pelaku jambret yang ditangkap itu awalnya tidak mau mengaku perbuatannya, sehingga ada seorang anggota Polres yang memberikan ular dan akhirnya pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Ular yang digunakan jinak, tidak berbisa, tidak menggigit juga. Sehingga saya rasa kasus ini dibesar-besarkan di daerah lain, padahal di Wamena sendiri masyarakat sangat mendukung,” ujarnya.

Dia mengatakan, anggota polisi yang telah memvideokan dan mengunggah rekaman di sosial media itu telah diproses tentang disiplin, karena tidak sesuai prosedur.

Leave a Reply