Singgung Kasus Novel, Amir Syamsuddin: Beda Sekali dengan Era SBY

Jakarta, PANRITA.News ‐ Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Amir Syamsuddin angkat suara soal penanganan penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 2017 lalu. 

Amir menyebut, kasus yang tidak kunjung terungkap itu terjadi indikator kemunduran hukum di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

“(Kasus) Novel akan menjadi faktor menurunnya elektabilitas Jokowi, kasus ini layaknya kemunduran hukum di masa ini,” kata Amir di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).

Amir menyinggung reputasi kepolisian yang hingga kini tak juga mampu mengungkap kasus tersebut. Padahal kata dia, aparat kepolisian Indonesia disebut memiliki reputasi terbaik saat menangani kasus terorisme. 

“Prestasi kepolisian dalam menangani teroris adalah yang terbaik di dunia, lalu kenapa kasus Novel Baswedan bisa mangkrak,” katanya. 

Amir kemudian mengkritik Jokowi yang disebut enggan mengintervensi kasus Novel ini. Dia membandingkan penanganan kasus yang melibatkan KPK pada masa pemerintahan SBY menjabat. 

Saat itu kata dia, SBY membentuk Tim Delapan guna menengahi konflik antara KPK dan Polri. 

“Ada masalah besar di Presiden dengan mengatakan tidak mau intervensi, padahal sebenarnya beliau tidak mau dan tidak mampu. Ini beda sekali dengan era SBY,” kata dia.

Leave a Reply