Krisis Listrik, AMPT akan Bawa 5 Desa Pesisir Towuti Seruduk Kantor Pemda Lutim

Luwu Timur, PANRITA.News – Aliansi Mahasiswa Pesisir Towuti (AMPT) lagi-lagi mengkritik kinerja Pemerintah Daerah Luwu Timur yang dianggap tidak Kooperatif dalam menyediakan listrik di 5 Desa di Pesisir Towuti, Kabupaten Luwu Timur.

Hal itu diungkapkan oleh Muh. Syahrul disapa Allu. Menurutnya bahwa dirinya merasa kesal sikap dari pemerintah daerah dalam memenuhi janjinya pada saat Rapat Dengar Pendapat.

“Peryataan pada saat rapat dengar pendapat (RDP) Pemerintah daerah luwu timur, PLN, dan PT Vale menerangkan bahwa tidak ada lagi masalah bahkan soal lahan. Kita hanya menunggu realisasinya dalam waktu dekat. Akan tetapi apa yang disampaikan pada saat RDP kemarin rupanya hanya diberikan harapan palsu saja buat masyarakat,” ungkap Mantap Ketua Umum AMPT Syahrul, Kota Makassar (29/1/2019) siang.

Sedangkan menurut Aldi bahwa bahwa 5 Desa yang dimaksud antara lain, Rante Angin, Tokalimbo, Bantilang, Leoha dan Masiku. Ia menambahkan bahwa jika hal itu ditindak lanjuti, pihaknya akan mengerahkan 5 Desa di Pesisir Towuti.

“Jangan sampai persoalan membuat seluruh warga 5 Desa Pesisir Towuti memaksa masuk di Kantor Pemda. Yah kalau itu, tinggal tunggu instruksi kami saja,” terangnya.

Selain itu, pengurus AMPT Erwin merasa tidak lagi mempercayai kinerja Bupati Luwu Timur Thorig Husler. Bahkan ia mengungkapkan permasalahan di 5 Desa Pesisir Towuti hanya mendapat perhatian saat momen politik.

“Masyarakat 5 desa pesisir menantang bupati luwu timur untuk segera memberikan kejelasan dan merealisasikan listrik 24 jam di wilayah 5 desa pesisir. Jangan hanya menjadikan masalah krisis listrik ini sebagai kendaraan bagi para elit pada saat momentum politik,” tutupnya.(*)

Leave a Reply