Didampingi Bupati Barru, Wapres JK Resmikan Rusunawa Ponpes DDI Mangkoso

Barru, PANRITA.News – Bupati Barru, Suardi Saleh mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) hadiri penutupan Milad Ke-80 DDI Mangkoso.

Kegiatan itu dirangkaikan dengan peresmian Rumah Susun Pondok Pesantren Darul Dakwah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso, di Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Minggu (20/1/2019).

Dibangun berlantai tiga, di bagian lantai tiga juga disiapkan area untuk menjemur, dengan jumlah ruangan tipe barak sebanyak 12 unit ruangan barak. Dilengkapi dengan meja belajar, setiap barak mampu menampung sekira 216 santri.

Waktu pelaksanaan pengerjaan selama sembilan bulan dari 15 Maret-15 Desember 2018 dengan anggaran APBN Tahun 2018 Rp6.959.543.000,.

JK yang datang bersama NA dan juga Bupati Barru Suardi Saleh disambut hangat ribuan santri mulai dari pintu masuk, kawasan kompleks pondok pesantren di Kampus 3 pesantren yang terletak diperbukitan ini.

“Di Indonesia berbagai organisasi keagamaan berkembang dengan baik, sesuai wilayah dan daerah, baik nasional atau bersifat kewilayahan,” kata Jusuf Kalla.

Organisasi ini membentuk watak dan kemajuan umat, dewasa ini upaya keagamaan semakin berkembang, baik dari pesantren, sekolah Islam atau juga majelis majelis taklim di mana-mana berkembang.

Lanjut JK, kehidupan keagamaan ini berkembang sebaik-baiknya. Dan ini bisa dilihat dari fasilitas keagamaan, sekolah-sekolah yang memiliki tingkat mutu, semakin lama semakin baik.

“Saya juga ingin menyampaikan penghargaan kepada PUPR yang telah membangun rumah susun ini, memang pemerintah selalu membantu upaya sosial masyarakat untuk kemajuannya,” sebutnya.

JK juga menekankan, pondok pesantren seperti DDI Mangkoso, disamping mengajarkan ilmu agama, tentu juga harus memajukan semangat santrinya, baik melalui kemampuan teknis dan keahliannya. Untuk itu dapat mengikuti perkembangan dunia dan bersaing dengan negara lain.

“Dalam memajukan bangsa ini, maka usaha sosial sangat penting sekali, karena tanpa usaha sosial dan usaha ekonomi, maka kehidupan kita tidak berimbang,” ujar JK.

Sementara itu, Nurdin Abdullah mengatakan, pembangunan rumah adalah bentuk sinergi pemerintah dan masyarakat.

“Oleh karena itu perhatian pemerintah dalam pembangunan rusun ini sebagai bentuk sinergi kita semua,” kata Nurdin Abdullah.

NA menyebutkan, di usia ke 80 ini, Pesantren DDI Mangkoso dan para alumni pondok pesantren yang tersebar di Sulsel telah banyak memberikan andil dan pembangunan SDM, khususnya dalam hal pembinaan mental dan spiritual.

“Perlu kami laporkan, bahwa pemerintah Sulsel saat ini telah berupaya maksimal untuk terus memacu pembangunan sumber daya manusia yang seiring dengan pembangunan infrastruktur penunjang,” sebutnya.

Seperti Gerakan 15 Menit Mengaji yang telah menjadi bagian dalam dokumen perencanaan lima tahun Pemerintahan Provinsi Sulsel. Termasuk pengembangan rumah tahfidz, dukungan bantuan stimulan rumah tahfidz, dan sarana ibadah lainnya.

Sedangkan, Pimpinan DDI Mangkoso Prof AGH Faried Wajedy, mengatakan, hari ini adalah hari berbahagia bagi DDI Mangkoso, dengan kehadiran Wapres untuk menutup peringatan Milad ke-80.

“Sekaligus meresmikan rumah susun bantuan Wakil Presiden melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang tahun lalu dia janjikan di Maros,” ujarnya.

Tinggalkan Komentar