Nurdin Abdullah Tinjau Lokasi Terdampak Banjir dan Longsor di Barru

Barru, PANRITA.News – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah didampingi Bupati Barru Suardi Saleh, mengunjungi sejumlah titik di Kabupaten Barru pasca bencana banjir yang melanda daerah itu.

Didampingi rombongan sejumlah kepala OPD, Nurdin Abdullah tiba di Gedung Islamic Centre, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Selanjutnya, ia bergegas melakukan peninjauan kesiapan posko penanganan banjir.

Di tempat ini, gubernur mendapatkan penjelasan terkait kondisi banjir yang menyebabkan dua warga meninggal dunia dan sejumlah kerusakan lainnya. Serta berkesempatan melakukan koordinasi upaya penanggulangan bencana.

“Lebih penting mungkin kita turun ke lapangan, kita melihat kondisi, apa yang harus kita lakukan. Bagi saya adalah bahwa pemerintah harus segera hadir di tengah-tengah duka masyarakat kita,” kata Nurdin Abdullah, Sabtu, (29/12/2018).

Usai melakukan peninjauan Posko Penanganan Banjir dan memberikan bantuan secara simbolis kepada bupati, rombongan kemudian meninjau langsung lokasi yang terkena banjir dan longsor di beberapa titik.

Pertama di Desa Pacciro, Kelurahan Takkalasi. Desa ini terdampak banjir, bahkan dua warga meninggal dunia. Nurdin Abdullah berkunjung langsung ke rumah duka.

Kemudian meninjau jembatan yang terputus di Dusun Pudee, Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu. Selain jembatan, satu unit mobil juga hanyut terbawa arus ke laut. 

“Mobil sampai jatuh ke laut. Ini jembatan turun ke laut, tidak memungkinkan kembali. Ini saya harapkan jadi perhatian, mungkin ada tanggul pengaman sehingga kondisi serupa tidak terulang lagi,” sebut Bupati Barru, Suardi Saleh. 

Kemudian Bupati Barru dan Gubernur Sulsel meninjau lokasi rumah warga yang amblas dan roboh akibat tanahnya terbawa arus air ke laut di Dusun Maralleng, Desa Paopao, Kecamatan Tanete Rilau. Lima rumah warga yang terdampak yakni I Baso, Daeng Baso, Mallang, Kasma dan Kadir.

Dalam setiap kunjungannya di beberapa titik tersebut, Nurdin Abdullah bertemu dengan korban banjir dan melakukan dialog, memberikan semangat dan bantuan.

Diketahui, ada lima kecamatan terdampak yakni, Kecamatan Tanete Rilau, Kecamatan Barru, Kecamatan Balusu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kecamatan Mallusetasi. Serta sebelumnya jalan dari Pancana dan Temmereng tergenang air.

Adapun beberapa kerusakan yang terjadi, di Kecamatan Tanterilau rumah amblas, di Kecamatan Barru sebagian besar rumah tergenang, satu rumah tertimbun longsor, dua kantor pemerintah tergenang, jembatan gantung Maruala putus, ratusan hektar sawah dan tambak tergenang, dan satu irigasi jebol sepanjang 10 meter.

Sementara di Kecamatan Balusu, dua korban meninggal dunia, empat rumah terbawa arus, satu mobil hanyut, satu jembatan putus, dua tiang listrik tumbang, ratusan rumah tergenang, SD, SMP dan masjid juga tergenang.

Sedangkan di Kecamatan Soppeng Riaja, sebagian besar sawah dan empang tergenang. Pasar dan kantor desa Ajjakkang tergenang, sebagian rumah tergenang dan dua SD tergenang. Di kecamatan lainnya, Kecamatan Mallusetasi, sebagian besar sawah dan empang tergenang, satu SD dan satu SMP tergenang, serta beberapa rumah tergenang.

Comment