Para Penyebar Hoaks Jokowi Ditangkap Polisi

Konferensi pers

Konferensi pers

Jakarta, PANRITA.News – Kepolisian RI kembali menangkap salah satu penyebar hoaks atau berita bohong dan ujaran kebencian yang dialamatkan kepada Presiden Joko Widodo.

Polisi mengungkapkan, proses penangkapan pelaku tersebut tidak mudah dan membutuhkan waktu lama.

Para Oktober 2018, polisi menangkap pria berinisial JD, pemilik akun Instagram yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian. JD diketahui memproduksi 843 meme.

Selain JD, sebelumnya, pembuat dan penyebar hoaks terkait Jokowi juga pernah diamankan. Seperti dilansir Kompas, berikut akun penyebar hoaks tersebut:

  1. Obor Rakyat

Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Kejaksaan Negeri Jakarta menangkap dua orang pimpinan tabloid Obor Rakyat pada 8 Mei 2018.

Dua orang tersebut adalah Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat H Darmawan Sepriyosa. Kedua pelaku ini ditangkap di dua tempat yang berbeda di kawasan Jakarta.

Setyardi diamankan di Gambir, sedangkan Darmawan diamankan di Tebet Timur.

Tabloid Obor Rakyat diproduksi satu juta eksemplar dan disebarkan ke 724.000 masjid dan 28.000 pondok pesantren di beberapa daerah Pulau Jawa.

Sehari sebelum pemungutan suara, Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014).(KOMPAS.com/ Ahmad Winarno)
Sehari sebelum pemungutan suara, Warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat kiriman tabloid Obor Rakyat, Selasa (8/7/2014).(KOMPAS.com)

Setyardi mengaku kecewa terhadap keputusan Jokowi yang saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta, tetapi kemudian mendaftar menjadi calon presiden Indonesia periode 2014-2019.

Kekecewaan tersebut disalurkan dalam bentuk kritikan terhadap Jokowi yang ditulis melalui penerbitan tabloid Obor Rakyat. Pemberitaan sebelumnya menyebutkan, tabloid ini memuat pemberitaan fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014.

Pencetakan dan pengepakan tabloid Obor Rakyat disebut menghabiskan dana lebih dari Rp 250 juta.

Atas peristiwa ini, kedua pelaku dijatuhi pidana selama 8 bulan dan dieksekusi di Lapas Cipinang.

  1. Suara Rakyat

JD, pemilik akun Instagram yang menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian, diamankan oleh Direktorat Tindak Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri beberapa hari lalu.

Pelaku ditangkap di daerah Lueng Bata, Banda Aceh, pada 15 Oktober 2018. Dibutuhkan waktu satu tahun bagi pihak kepolisian untuk menemukan pelaku yang menggunakan nama samaran SR23 ini.

Diketahui, pelaku juga mengendalikan beberapa akun Instagram Suara Rakyat 23, seperti suararakyat23, suarakyat23id, suararakyat23.ind, sr23official, dan sr23_official.

Bersadarkan pemberitaan sebelumnya, akun yang dikelola JD ini telah mengunggah 1.186 konten dengan 843 meme di antaranya dibuat JD.

Akun yang dikendalikan JD inipun pernah mempunyai pengikut 100.000 akun. Seluruh pengikut merupakan akun asli dan bukan pengikut yang dibeli.

Dikabarkan, pelaku menunggah informasi yang berisi pornografi, berita bohong, foto, meme, dan ujaran kebencian yang mengarah ke unsur SARA.

Salah satu konten yang diunggah JD menyebutkan bahwa Jokowi merupakan anggota PKI.

Pihak kepolisian menyita beberapa barang bukti, seperti kartu identitas pelaku, 2 buah telepon genggam, 1 unit laptop, 24 kartu SIM Telkomsel, 4 kartu SIM Axis, dan 3 buah kartu SIM XL.

Tak hanya itu, penyidik mengambil alih 5 akun e-mail, 1 akun Facebook, 2 akun twitter, dan 2 akun Instagram yang dikelola pelaku. JD telah melakukan aksinya sejak akhir tahun 2016.

Pelaku dijerat dengan UU Nomor 40 Taun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta KUHP.

Sumber: Kompas.com |

Tinggalkan Komentar