Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pangkep Gelar Pelatihan Program SANIMAS

Pangkep, PANRITA.News – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menggelar pelatihan program sanitasi berbasis masyarakat Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) DAK 2019 di Grand Town Hotel, Maros, Kamis, (22/11/2018).

Untuk diketaui, kegiatan program sanitasi masyarakat yang di singkat sanimas ini ialah bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kesadaran pola hidup sehat melalui sanitasi.

Penggunaan sanitasi ini di fokuskan kepada masyarakat dalam penanganan air limbah permukiman bagi masyarakat berpenghasilan rendah di lingkungan padat, penduduk, rawan sanitasi dgn pendekatan yang berbasis masyarakat.

Adapun pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari itu, diikuti oleh 10 orang tenaga fasilitator lapangan, yang terdiri dari 5 orang TFL pemberdayaan perwakilan Puskusmes di kabupaten Pangkep dan 5 orang TFL Teknik sesuai bidangnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangkep, Muh Yusuf Genda, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas sarana sanitasi.

“Tujuan pelatihan ini guna meningkatkan kualitas dan pengelolaan sarana sanitasi melalui pembimbingan dan pengawasan yang akan di lakukan oleh para tenaga fasilitator lapangan yg telah mendapatkan pembekalan dalam pelatihan tersebut” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangkep, Amar Maruf,  mengatakan bahwa program Sanimas ini bagian dari program 100-0-100 Kementrian PUPR, Dirjen Cipta Karya yakni 100% akses air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% sanitasi layak.

“Maka itu untuk mencapai tujuan ini tak akan terlaksana tanpa adanya peran serta seluruh pihak baik pemerintah, TFL dan masyarakat dalam mewujudkan program ini” jelar Amar saat menjadi moderator dalam kegiatan tersebut.

Salah satu pemateri dari fasilitator Provinsi Sulsel, Mujiono berharap bahwa kegiatan ini dapat berkelanjutan.

“Semoga kelanjutan dari pelatihan ini dapat memfasilitasi proses pemberdayaan sarana dengan terampil sehingga apa yang terbangun dapat berkelanjutan” ujar Mujiono.

Pelaksanaan pelatihan ini diisi dengan beberapa materi Juklak DAK Sanitasi, pedoman teknis, promosi kesehatan, penetapan lokasi, penyusunan RKM hingga perencanan dan gambar teknik, RAB, pengendalian material dan pemeliharaan.

Tinggalkan Komentar