Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Dua Bocah di Dalam Masjid

Jakarta, PANRITA.News – Sempat buron selama dua bulan, akhirnya Polisi berhasil meringkus pelaku pencabulan dua anak di bawah umur di lantai dua Masjid Jami Ayub Al Wasal pada 22 Agustus 2018 silam.

Unit VI Pelayanan dan Perlindungan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polisi Resort Metro (Polrestro) Jakarta Selatan akhirnya berhasil meringkus seorang pria yang diduga pelaku.

Kepala Satreskrim (Kasatreskrim) Polrestro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Tamuntuan mengatakan polisi mengamankan Ilham Lahya alias Aco (26) sebagaimana laporan bernomor Lp/1560/K/VIII/2018/PMJ/Restro Jaksel tertanggal 30 Agustus.

Pelaku, AKBP Stefanus menegaskan, diduga telah melanggar Pasal 76 E jo Pasal 82 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, khususnya mengenai tindak pidana pencabulan.

“Pelaku yang merupakan warga Jalan Krukut, Limo, Depok, telah mencabuli dua korban di bawah umur dengan inisial ZKA (9) dan MSF (14) di Masjid Jami Ayub Al-Wasal, Jagakarsa pada 22 Agustus,” kata dalam laman IMCNews.Id, Selasa (23/10).

Saat kejadian, salah satu korban sempat menunjukkan perlawanan, tetapi pelaku menjanjikan anak tersebut uang. Namun karena ketakutan, anak itu pun langsung pergi meninggalkan pelaku.

Usai penangkapan, pihak Satreskrim Polrestro Jakarta Selatan akan memeriksa tersangka, merujuk dua korban ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan melengkapi pemberkasan.

Lebih lanjut, Stefanus menerangkan, pemeriksaan kejiwaan diperlukan untuk mengetahui disorientasi seksual tersangka. Polisi menduga Ilham mempunyai gangguan perilaku seks pedofilia atau tertarik terhadap seksual anak.

“Kami sudah jadwalkan pemeriksaan kejiwaan itu,” tegas Stefanus.

Dalam UU Perlindungan Anak No 35/2014, Pasal 76 E mengatur bahwa tiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Sementara Pasal 82 UU Perlindungan Anak ayat (1) menyebut bahwa tiap orang yang melanggar ketentuan pada Pasal 76E akan dipidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun, serta denda maksimal Rp5 miliar.

Dilanjutkan pada ayat (2), apabila kejahatan pencabulan terhadap anak dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah sepertiga dari ancaman pidana yang berlaku umum.

Sumber: IMDNews.id

Tinggalkan Komentar