Jemput Bola, Cara Tim Kemanusiaan Parmusi Tangani Para Pengungsi

Palu, PANRITA.News – Pasca gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sigi, dan Donggala, para pengungsi yang menempati tenda-tenda darurat membutuhkan perhatian khusus untuk memulihkan fisik dan psikis pasca bencana.

Memberikan bantuan bagi para pengungsi itulah yang saat ini menjadi concern Tim Dakwah dan Kemanusiaan Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) dalam aksi kemanusiaannya.

Ketua PW Parmusi Sulawesi Tengah, Dr. Abdul Rachman Thaha mengatakan bahwa pihaknya menerapkan model jemput bola dalam upaya membantu para pengungsi.

“Kami memutuskan untuk tidak membuat posko pengungsi, tetapi kita akan jemput bola datang langsung ke posko-posko pengungsian. Soalnya distribusi bantuan saat ini belum merata,” kata Rachman saat rapat koordinasi di posko relawan Parmusi Jl. Chairil Anwar, Ahad (21/10/2018).

Adapun Ketua Umum Parmusi, H. Usamah Hisyam yang baru tiba dari Makassar, Ahad (21/10/2018) pagi, langsung memimpin relawan tersebut.

Tim Relawan Parmusi akan mendistribusikan bantuan ke berbagai posko pengungsian, di antaranya Kelurahan Taipa, Wani, Pantoloan, Mamboro.

Usamah menginginkan bantuan jasmani dan rohani ini tersalurkan dengan baik dan merata.

“Alhamdulillah, setelah melaksanakan orientasi dai di Gowa, saya bertolak menuju Palu untuk ikut membantu dan memastikan kelancaran distribusi bantuan untuk para korban” ungkapnya.

Usamah melanjutkan bahwa selain bantuan fisik, Tim Relawan Parmusi juga mengerahkan Da’i untuk menguatkan mental dari para korban bencana.

“Saya sengaja membawa 4 Dai dari Makassar untuk membantu LDP Pusat dalam membantu para pengungsi dari sisi mental atau rohani,” ujar Usamah saat tiba di posko relawan Parmusi” tambahnya .

Menurut Usamah, bantuan yang disertakan kali ini bersumber dari para donatur seperti anggota dan pengurus Parmusi, alumni SMAN 36 Jakarta, dan KKMB (Kerukunan Keluarga Muslim BSD). Adapun bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, makanan bayi, alat mandi, dan obat-obatan.

Sebelumnya, tim kemanusiaan Parmusi Sulteng telah bergerak lebih dahulu untuk membantu para korban. Pasca gempa dan tsunami, tim kemanusiaan yang terdiri atas para kader dan dai Parmusi melakukan evakuasi korban dan memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan lainnya.

Comment