Isu Reshufel KNPI Sulsel, Surahman Batara: Itu Tidak Sesuai Prosedur

Makassar, PANRITA.News – Isu reshufel kepengurusan di jajaran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan yang beredar dikalangan Pengurus KNPI. Sekitar 150 orang yang dikabarkan direshufel.

Ketua Bidang Organisasi KNPI Sulsel Surahman Batara mengungkapkan, kabar isu reshufel KNPI juga telah didengarnya. Bahkan sejumlah pengurus yang masuk dalam jajaran Reshufel mempertanyakan sikap dan langkah reshufel.

“Memang sudah ada beberapa yang kabari saya mengenai isu Reshufel tersebut. Sepengatahuan saya blm ada pembahasan reshufel KNPI Sulsel.” Kata Surahman Batara ketua Bidang Organisasi yang juga master campaign Imran Eka Saputra.

Bahkan katanya jika pun betul kabar dilakukan reshufel, mantan ketua badko HMI Sulselbar ini menilai, reshufel yang dilakukan tidak sesuai dengam prosedur.

Mengingat proses reshufel dilakukan itu melalui sejumlah tahapan sebagai ukuran. Termasuk ukuran keaktifan dan kinerja kepengurusan yang menjadi dasar utama dilakukannya Reshufel. Salah satunya melalui forum pleno untuk menetapkan Reahufel kepengurusan.

“Dan jika itu betul kepengurusan melakukan reshufel, saya menilai jika itu merupakan pelanggaran konstitusi. Sebab Reshufel tidak dilakukan dalam sebuah forum resmi,” Kata Surahman Batara.

Bahkan Katanya nama-nama Andi Tendriajeng, Amri Manangkasi, Ramlan, Muhammad Lutfi, Syamsuddin, Richard,
Yudhiatma, Erwan Arifin dan puluhan pengurus lain yang di reshufel lanjut Surahman Batara merupakan orang-orang yang aktif dalam sejumlah kegiatan KNPI.

Surahman Batara, mengawatirkan bila Reshufel yang dilalukan oleh kepengurusan Imran Eka Saputra akan menimbulkan konflik dan perpecahan. Dikhawatirkan berakibat pada eksistensi KNPI sebagai lembaga wadah kepemudaan.

“Dan seharusnya juga, Kepengurusan KNPI periode 2016-2019, melakukan koordinasi kepada OKP yang menitipkan kadernya di KNPI. Mengingat KNPI wadah dari OKP yang berhimpun di dalam KNPI,” Pungkas Surahman Batara. (*)

Tinggalkan Komentar