Ribuan Tenaga Sukarela Dirumahkan Syamsari Kitta

Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Takalar, PANRITA.News – Kebijakan tidak populis kembali dikeluarkan di awal pemerintahan Syamsari Kitta-H Achmad Se’re. Kebijakan itu terkait dengan keluarnya surat edaran bernomor 800/170/Kepeg tertanggal 22 Januari 2018.

Edaran yang diteken Bupati Syamsari tersebut berisi tentang peningkatan kualitas kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Adapun poin penting dalam surat edaran tersebut adalah adanya permintaan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menonaktifkan semua tenaga honorer. Penonaktifan tersebut dikecualikan bagi tenaga PTT yang dibiayai dari APBN, Tenaga honorer ex-K1 dan K2, serta honorer yang menerima honor tetap yang dibiayai APBD.

Otomatis, dengan berlakunya edaran ini, maka akan ada ribuan tenaga honorer sukarela yang akan diberhentikan pada semua OPD, khususnya tenaga sukarela pada sektor kesehatan dan pendidikan.

Surat Edaran
Surat edaran pemberhentian Tenaga Sukarela Takalar

Kepala dinas kesehatan kabupaten Takalar, dr Nilal Fauziah membenarkan bahwa edaran itu telah sampai ke instansinya.

“Kami meyakini bahwa kebijakan ini untuk menata ulang tenaga sukarela. Apalagi terkait dengan adanya pemberian TPP untuk memaksimalkan kinerja ASN. Pasti kinerja ASN yang diharapkan akan meningkat,” kata Nilal, Senin (22/1/2018) di ruang kerjanya.

Di dinas kesehatan, terdapat 1606 tenaga sukarela yang tersebar di 15 Puskesmas. “Jumlah itu akan kami verifikasi sesuai dengan persyaratan.” katanya.

Syamsari Kitta dalam berbagai kesempatan meminta kinerja ASN agar terus ditingkatkan.

“Tahun ini ada kenaikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN. Jangan sampai lebih sibuk honorernya dari pada ASN,” kata Syamsari beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Komentar