Opini: ProvokaTips Produktif Bapak Bupati

Syamsul Bahri

Penulis: Samsul Bahri, SH, MH
Direktur Batara Mungku Institute

Bahwa saya,..
Bahwa saya,..
Bahwa saya,..

Senantiasa menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan pegawai negeri sipil dengan bekerja jujur, tertib, cermat dan bersemangat, serta senantiasa mementingkan kepentingan umum/negara/daerah.

Setidaknya..! Kalimat sumpah jabatan beraroma magis ini, melengkapi struktur tata kata yang terdengar tak seindah tuturnya, jika kalimat sumpah itu diucapkan oleh mereka yang tidak pantas dan layak dalam segala hal. Yang jelas kalimat sumpah yang berkolusi  dengan “kesungguhan dan kerja keras“. Hanya akan terucap dari mulut mereka yang memang pantas.

Oleh sebab itu, dari semua hal yang kita lihat, dengar dan saksikan, pengambilan sumpah jabaran di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (10/1) adalah sebuah momentum yang dramatis, pelajaran bermakna, konsep akurat, serta rumusan kesuksesan menuju Kabupaten Bulukumba Sejahtera Terdepan.

“Selamat kepada seluruh ASN di lingkup Pemda Bulukumba. Bapak/Ibu adalah putra-putri terbaik butta panrita lopi”.

Saya dan kita semua bisa membayangkan, Kabupaten Bulukumba dibangun oleh manusia manusia Bulukumba, yang sangat fasih dan sungguh-sungguh mengucapkan sumpah jabatan. Janji yang terikat sempurna dari sang maha pencipta melalui kitab sucinya, adalah sebuah kontrak ilahiah yang mencerminkan sisi intelektualitas dari karakter genius, kualitas mental dan jiwa seorang manusia panrita.

Maka menutup bab ini, Bulukumba yang bernilai tinggi harus kita rencanakan saat ini. Sebab, sebaik baik manusia Bulukumba adalah ia yang bermanfaat dengan meninggalkan jejak yang bisa terus di nikmati dan di manfaatkan.

“Bacalah dengan nama Tuhanmu, yang menciptakan Tanah Bulukumba dengan segala keberkahan di dalamnya“.

Mungkinkah saya dan pejabat yang bersumpah sebaik baik manusia Bulukumba? Pernahkah kami berpikir atau memiliki imajinasi demikian? Sebab jika belum, berarti saya dan mereka belum secara fasih memaknai pertanyaan pertanyaan kunci membangun kebiasaan visioner.

Bagi saya, mulai berpikir dari sini sebelum melangkah kemana-mana, belajar untuk memulai berpikir dari belakang, mulai dengan yang paling ahir dalam hidup kita.

Secuil kalimat provokasi ini berhubungan dengan kalimat “PROVOKATIPS produktif“ terucap oleh Bapak Bupati Bulukumba Andi Muhamad Sukri A. Sappewali, yang disaksikan oleh Bapak Wakil Bupati Tommy Satria Yulianto, bersama unsur Muspida serta seluruh peserta yang hadir.

Jujur, saya belum pernah menyaksikan seserius kemarin, seremoni pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ASN di lingkup pemerintah daerah Bulukumba. Jadi jika saya mengekspresikannya dengan mindset Provocation tools, dan melihatnya sebagai upaya cerdas dan produktif dalam menyebarkan semangat spektakuler.

Selain karena memang baru menyimak secara seksama, selebihnya anggap saja karena semakin beratnya medan provokasi yang sedang kuingat. “Menatap dengan optimis terjadinya perubahan  butta Panrita Lopi tercinta di pundak mereka. Visi Pemerintah Bulukumba Sejahtera dan Terdepan“.

“Saya bersama Wakil Bupati, akan memantau kinerja bapak/ibu dalam enam bulan ke depan, jika merasa tidak sanggup atau tidak mampu, silahkan mundur“.

Begini kalimat tegas, cerdas, santun itu dengan nada menantang kepada semua pejabat yang baru dilantik diucapkan oleh bapak Bupati Bulukumba.

Kalimat ProvokaTips akan berkontribusi terhadap tercapainya cita yang dicitakan sebagai manusia Bulukumba sejati. Jika Tips produktif ini di maknai dengan sesegera mungkin diaplikasikan dengan memastikan beban dan tanggungjawab mereka adalah tercapainya visi Bulukumba sejahtera terdepan.

Jadi tetaplah, menjadi apa yang anda dengar ucapkan  dalam ruangan itu, dan berencanalah satu dengan optimis dalam harmoni dan romansa ke-Panrita-an. Lalu, jangan berhenti di situ. “Jadilah manusia yang paling baik di sisi Allah SWT, dan jadilah manusia yang paling jelek iman, amal dan ilmunya dalam pandangan dirimu sendiri. Serta jadilah manusia biasa dihadapan manusia Bulukumba lainnya“.

Kesimpulannya sekali lagi, benar benar saya termotivasi dari provokasi itu, terasa begitu besar semangat dan harapan yang ingin disalurkannya. Semoga bapak/ibu juga demikian adanya. Sebab apapun Bulukumba, hal pertama yang harus dilakukan adalah bergairah secara bersama dalam menyusun kerangka evaluatif agenda pembangunan daerah. Maka, mulai sekarang “Rencanakan dengan Optimis, Jadilah Sejatinya manusia Bulukumba“.

Ahirnya, Ijinkan saya mengucapkan selamat atas pengucapan sumpah jabatan yang telah terucap, jadilah pejabat yang Lambusu, Sabbara, Kamase-mase, na kuntu tojeng. Dan jangan pernah meninggalkan jejak jejak dusta, sebab Kami, selalu ada mengintipmu.

Ini serius…!!!

Tinggalkan Komentar