Ini Pendapat JK Tentang Maraknya Isu Sara dalam Pemilu

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, saat ini terjadi perubahan pola kampanye untuk menggaet suara dalam pemilihan umum (pemilu). Kini, menggaet suara untuk pemilu tidak hanya memobilisasi suara di lapangan saja namun juga menggunakan berbagai macam Isu Sara dalam Pemilu, salah satunya isu suku, ras dan antar golongan (Sara).

“Isu Sata terjadi dimana saja, isu apa saja yang bisa dipertentangkan karena sekarang orang kampanye umumnya dengan isu lewat dunia maya, media sosial, dan sebagainya,” ujar Jusuf Kalla, Rabu (27/12).

Menurut Jusuf Kalla, isu Sara dalam politik tidak hanya terjadi di Indonesia saja namun juga di negara lain. Dia mencontohkan, isu Sara juga dimunculkan dalam kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

“Isu pertentangan ideologi, Isu Sara dalam Pemilu tak hanya di Indonesia. Di Amerika Serikat kemarin isu yang paling banyak isu Islam, isu Meksiko oleh (Donald) Trump sehingga dia menang, jadi bukan hanya Indonesia, dimana-mana kampanye terjadi,” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, kemunculan isu-isu Sara dalam kampanye politik ini semakin terkesan memanas karena dipertentangkan oleh masyarakat dalam media sosial. “Apa yang bisa dipertentangkan di medsos itu dikampanyekan orang,” ujarnya.

BACA JUGA: Terima Kunjungan Wakil PM China, Wapres JK: Jangan Bawa Banyak Pekerja ke RI

Untuk mengantisipasi meluasnya isu Sara dalam tahun politik di 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pemerintah telah membuat sejumlah batasan sehingga tidak perlu menambah aturan baru. Adapun menurut Jusuf Kalla, kondisi politik Indonesia sepanjang 2017 cenderung aman dan kondusif. Disamping itu, saat ini sudah tidak ada lagi pertentangan ideologi dan perbedaan pandangan antar partai.

“Bahwa ada perbedaan pandangan ya sebenernya antar partai enggak lagi ada perbedaan. Katakanlah antara PAN, PPP, Golkar, atau Gerinda, nggak lagi mempertentangkan ideologi,” ujar Jusuf Kalla.

Comment