Ini Pengakuan Ketua Gerindra Sulsel Terkait Dukungan di Pilgub Sulsel

Makassar, PANRITA.News - Arah koalisi partai Gerindra, PAN, dan PKS nampaknya akan sulit terwujud pada Pemilukada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Mengingat ketiga partai tersebut sepakat bersatu pada lima Pemilukada Gubernur, namun Sulsel tidak masuk dalam lima daerah yang telah disepakati.Sehingga dapat dipastikan partai Gerindra akan mengusung pasangan Agus Arifin Nu’mang – Tandri Balilamo (AAN-TBL) pada pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang.BACA JUGA: Ketua Gerindra Sulsel Instruksikan Seluruh Struktur Partai Gerindra Mulai Bekerja Menangkan Prof AndalanHal tersebut dibenarkan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak masuk dalam kesepakatan bersama tiga Partai tersebut, dan hal itu kemungkinan akan terjadi pada pilgub Sulsel. Apalagi, ada beberapa hal yang belum memenuhi kesepakatan yang telah menjadi komitmen bersama dengan kandidat sebelumnya.

“Semua ada kemungkinan bisa berubah, sisa mana yang akan menjadi keputusan DPP,” kata Idris Manggabarani, Ketua Gerindra Sulsel.

Idris menyebutkan, langkah DPD Gerindra Sulsel mengikuti apa yang menjadi keputusan DPP, mengingat DPD adalah perpanjangan tangan DPP. Menurutnya, Gerindra nantinya akan menetapkan pasangan calonnya usai tahun baru nanti. Bahkan kemungkinan partai Gerindra bisa  berkoalisi dengan PKS atau sebaliknya Gerindra berkoalisi bersama PAN.

“Saat ini kita masih berada pada putusan awal, entah kedepannya, sebab sejumlah komitmen politik belum terpenuhi, dan kami disini cuma menunggu apa yang menjadi keputusan DPP nantinya,” kata IMB.

Dan bila benar nantinya Gerindra keluar dari skuat Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS) dan diikuti, PAN atau PKS maka kekuatan NA-SS menjadi pasangan calon akan terancam karena tidak memenuhi syarat usungan 17 kursi atau 20 persen suara hasil pemilu 2014 silam.

Makassar, PANRITA.News Arah koalisi partai Gerindra, PAN, dan PKS nampaknya akan sulit terwujud pada Pemilukada Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Mengingat ketiga partai tersebut sepakat bersatu pada lima Pemilukada Gubernur, namun Sulsel tidak masuk dalam lima daerah yang telah disepakati.

Sehingga dapat dipastikan partai Gerindra akan mengusung pasangan Agus Arifin Nu’mang – Tandri Balilamo (AAN-TBL) pada pemilihan Gubernur Sulsel 2018 mendatang.

BACA JUGA: Ketua Gerindra Sulsel Instruksikan Seluruh Struktur Partai Gerindra Mulai Bekerja Menangkan Prof Andalan

Hal tersebut dibenarkan Ketua DPD Gerindra Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak masuk dalam kesepakatan bersama tiga Partai tersebut, dan hal itu kemungkinan akan terjadi pada pilgub Sulsel. Apalagi, ada beberapa hal yang belum memenuhi kesepakatan yang telah menjadi komitmen bersama dengan kandidat sebelumnya.

“Semua ada kemungkinan bisa berubah, sisa mana yang akan menjadi keputusan DPP,” kata Idris Manggabarani, Ketua Gerindra Sulsel.

Idris menyebutkan, langkah DPD Gerindra Sulsel mengikuti apa yang menjadi keputusan DPP, mengingat DPD adalah perpanjangan tangan DPP. Menurutnya, Gerindra nantinya akan menetapkan pasangan calonnya usai tahun baru nanti. Bahkan kemungkinan partai Gerindra bisa  berkoalisi dengan PKS atau sebaliknya Gerindra berkoalisi bersama PAN.

“Saat ini kita masih berada pada putusan awal, entah kedepannya, sebab sejumlah komitmen politik belum terpenuhi, dan kami disini cuma menunggu apa yang menjadi keputusan DPP nantinya,” kata IMB.

Dan bila benar nantinya Gerindra keluar dari skuat Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman (NA-SS) dan diikuti, PAN atau PKS maka kekuatan NA-SS menjadi pasangan calon akan terancam karena tidak memenuhi syarat usungan 17 kursi atau 20 persen suara hasil pemilu 2014 silam.

Tinggalkan Komentar