Maafkan Admin Suara News, Akbar Faizal: Saya Tidak Punya Persediaan Kebencian yang Cukup

PANRITA.NEWS – Anggota Komisi III DPR-RI, Akbar Faizal, diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi untuk kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Fajar Agustanto, pemilik portal serta admin Suara News. Pemeriksaan dilakukan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB di gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

“Pada prinsipnya, kami akan terus melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus serupa seperti ini karena kita juga ingin mengedukasi publik. Bahwa kita tidak boleh menyiarkan menyebarluaskan, memosting berita-berita yang tidak jelas sumbernya yang tidak jelas kebenarannya,” ujar Dirtipid Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran.

Saat pemeriksaan, Akbar Faizal dikonfrontir dengan Fajar. Saat itu Fajar mengucapkan permohonan maafnya.

Akbar Faizal mengatakan, meski keluarganya kesulitan akibat fitnah yang dituduhkan kepadanya, namun ia mengaku tak dendam. Dirinya pun memutuskan untuk memaafkan Fajar.

“Saya tadi dikonfrontir dengan Fajar Agustanto ini, dan Pak Fajar, karena tadi Anda meminta maaf kepada saya. Saya katakan saya tidak punya persediaan kebencian yang terlalu banyak untuk membenci seseorang terlalu lama. Meskipun tindakan Anda sangat menyakiti saya, dan keluarga saya anak istri saya keluarga besar, saya menderita karena itu,” jelas Akbar usai pemeriksaan.

Meski telah memaafkan Fajar, namun Akbar tetap menyerahkan penyelidikan kasusnya pada kepolisian.

“Tetapi ya begitulah, barangkali anda menjalankan hidup anda ya itu urusan Anda lah. Tetapi urusan proses hukumnya tetap saya serahkan kepada penegak hukum,” kata Akbar.

 Diketahui, polisi berhasil menangkap Fajar di Mojokerto, sementara beberapa orang lainnya yang terkait dengan portal berita yang memposting informasi serupa, masih dicari. Atas penangkapan ini, Akbar mengucapkan terima kasih dan apresiasinya pada kepolisian, dan mengimbau seluruh pihak untuk menghentikan perbuatan serupa.

“Saya ingin mengirim sinyal, untuk berhenti menyebarkan hoax. Karena ternyata luar biasa karena alat-alatnya polisi kemampuannya ternyata seperti film-film yang ada di televisi itu. Saya kok yakin betul ini mereka bisa menjalankan tugas ini dengan baik dan ini buktinya pada kasus saya ini,” ucap Akbar.

Leave a Reply