Jakarta, PANRITA.News — Timnas Indonesia resmi tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah finis di peringkat ketiga Grup A menyusul hasil imbang 1-1 kontra Singapura di Jalan Besar Stadium, Kallang, Jumat (7/8/2026).
Meski gagal melaju ke babak semifinal, pelatih John Herdman tetap optimistis dan langsung mengalihkan fokus penuh ke ajang FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober mendatang.
Kegagalan di Piala AFF tidak mengikis ambisi John Herdman. Juru taktik asal Inggris berusia 51 tahun tersebut menegaskan bahwa turnamen berikutnya akan menjadi panggung krusial bagi Skuad Garuda, terutama karena jadwal kompetisi bertepatan dengan FIFA Matchday (21 September hingga 6 Oktober 2026). Kondisi ini membuka peluang besar bagi para pemain yang merumput di luar negeri untuk bergabung.
“Ya, hal yang menarik adalah FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, di mana para pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama. Jadi, itu sangat menarik karena turnamen tersebut sudah sangat dekat,” ujar Herdman.
Bagi Herdman, partisipasi Indonesia di Piala AFF 2026 sejak awal memang diplot sebagai sarana penilaian objektif untuk menyaring pemain-pemain potensial yang layak dipertahankan demi agenda jangka panjang tim nasional.
“Seperti yang saya katakan kepada para pemain sebelum turnamen ini dimulai, ‘Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan memperjuangkan tempat kalian’,” tutur Herdman.
Salah satu poin positif terbesar yang dipetik Herdman dari turnamen ini adalah kemunculan striker debutan berusia 19 tahun, Mitchell Baker. Penyerang muda tersebut dinilai tampil sangat menjanjikan dan cepat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Asia Tenggara.
“Ketika melihat pemain muda seperti Mitchell Baker yang baru berusia 19 tahun, saya rasa sekarang semua orang bisa melihat bahwa dia bukan hanya memiliki postur tubuh yang baik. Dia mampu melakukan banyak hal di lapangan. Saya sangat antusias melihat prospek dan masa depannya,” ungkap Herdman.
“Dalam turnamen ini, dia mendapat kesempatan untuk memahami seperti apa sepak bola ASEAN, tipe lawan yang dihadapi, bagaimana pertandingan dikelola, dan bagaimana struktur turnamen berjalan,” ucapnya.
Herdman melihat ada kombinasi pengalaman yang sangat berharga bagi para debutan. Di sisi lain, ia juga menaruh rasa hormat yang tinggi sekaligus simpati mendalam terhadap perjuangan keras para pilar senior yang gagal membawa pulang trofi kali ini.
“Jadi saya pikir ada banyak pengalaman berharga yang didapat oleh para pemain muda maupun pemain baru,” kata Herdman.
“Namun, saya juga merasa sedih untuk beberapa pemain yang lebih senior. Mereka benar-benar memberikan usaha terbaik mereka. Mereka membuat banyak pengorbanan untuk berada di sini dan sangat ingin memenangkan trofi untuk Indonesia,” paparnya.
Target Mutlak: Trofi Juara di Bulan Oktober
Meski target di Piala AFF lepas dari genggaman, Herdman menggaransi anak asuhnya akan bangkit dengan motivasi berlipat ganda. Skuad Garuda bahkan dipatok target tinggi untuk langsung mengamankan gelar juara di FIFA ASEAN Cup 2026.
“Sayangnya mereka tidak akan mendapatkannya kali ini. Mereka sudah memberikan yang terbaik dan meninggalkan segalanya di lapangan. Namun, kami akan kembali pada Oktober 2026 untuk memenangkan trofi pertama kami,” ungkap Herdman.
Turnamen mendatang akan melibatkan 14 negara yang terdiri dari tim Asia Tenggara serta beberapa negara undangan di luar ASEAN. Berdasarkan rilis resmi Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah Divisi 1 dan berada di grup yang cukup sengit.
- Divisi 1 Grup A: Indonesia (Tuan Rumah), India, Malaysia, Singapura.
- Divisi 1 Grup B: Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina.

Comment