Jokowi Disematkan Gelar Adat Raja Timur di Kupang

Jokowi. (Dok.psi)

Jokowi. (Dok.psi)

Jakarta, PANRITA.News — Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar kehormatan adat dari masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gelar Raja Timor dianugerahkan dalam prosesi adat yang berlangsung pada karnaval budaya di Kelurahan Lai Lai Besi Kopan, Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Prosesi penganugerahan dipimpin langsung oleh para raja se-Pulau Timor sebagai bentuk penghormatan adat kepada Jokowi.

Acara berlangsung khidmat dan disaksikan ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. Rangkaian acara turut dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional khas NTT, di antaranya Tari Caci dan Tari Bonet dari Manggarai, yang menjadi bagian dari penyambutan budaya.

BACA JUGA:  Kemeja 'Pro Mega' Hiasi Peringatan 30 Tahun Kudatuli PDIP

Penganugerahan gelar Raja Timor menambah daftar gelar kehormatan adat yang diterima Jokowi setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Presiden RI.

Sebelumnya, Jokowi juga menerima gelar adat (adok) Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi yang digelar di Kedatun Keagungan Lampung, Bandar Lampung.

Dalam upacara adat tersebut, Jokowi mengikuti serangkaian prosesi tradisional, termasuk ritual menginjak kepala kerbau sebagai bagian dari rangkaian penganugerahan gelar kehormatan adat.

Lawatan ke Kupang, NTT ini merupakan salah satu agenda safari daerah yang dijalankan Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

BACA JUGA:  Gerindra Teratas di Survei SMRC Juli 2026, 25,9% Belum Menentukan Pilihan

Kunjungan ini sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan Jokowi untuk terus aktif turun ke lapangan dan menyapa masyarakat di berbagai wilayah Indonesia meski telah purna tugas.

Sebelum berkunjung ke Kupang, Jokowi juga sempat dianugerahi gelar adat (adok) Baginda Pemuka Bangsa oleh lima kerajaan adat Lampung di Bandar Lampung.

Dalam prosesi yang digelar di Kedatun Keagungan Lampung tersebut, ia menjalani serangkaian ritual adat yang syarat makna, termasuk ritual menginjak kepala kerbau sebagai lambang kepemimpinan dan kewibawaan.

Comment