Anak Pejabat Gayo Lues Flexing di Sosmed yang Sebabkan Sang Ayah Mundur

Tangkapan layar video felxing anak pejabat. (Dok.ist)

Tangkapan layar video felxing anak pejabat. (Dok.ist)

pemkot-makassar

Jakarta, PANRITA.News — Seorang anak pejabat Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kerap flexing dengan memamerkan liburan ke luar negeri hingga deretan jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) berbuntut panjang.

Konten tersebut viral dan berujung pada keputusan sang ayah, dr H Nevirizal, mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis (23/7/2026).

Nevirizal diketahui menjabat sebagai Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat atau Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues. Dia juga pernah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Gayo Lues.

Unggahan yang diduga berasal dari akun anak Nevirizal, Dea Arranoya, menjadi perbincangan setelah memperlihatkan sejumlah perjalanan ke Korea Selatan, Bangkok, dan Eropa. Konten lain memperlihatkan percakapan mengenai rencana pembelian kendaraan.

Tak hanya gaya hidup glamor, salah satu unggahan yang paling memicu sorotan netizen adalah foto yang menampilkan belasan jeriken penimbunan minyak.

Pemilik akun media sosial Dea Arranoya, yang merupakan anak kandung H Nevirizal, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik, khususnya masyarakat Gayo Lues.

BACA JUGA:  Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Dalam surat terbuka tertanggal 22 Juli 2026 yang ditandatangani di atas meterai di Banda Aceh, Kamis, Dea mengakui kesalahannya terkait flexing yang dinilai tidak bijak.

Salah satu konten yang memicu sorotan publik adalah unggahannya pada 9 Desember 2025 yang menampilkan deretan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM), di tengah masyarakat yang kesulitan ekonomi.

Dea menyebut aksi memamerkan dalam konten tersebut murni karena kelalaian dan ketidakdewasaannya.

“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulis Dea.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral, Dea mengonfirmasi telah menghapus seluruh konten terkait dari semua akun media sosial miliknya. 

“Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Heboh Kipas Angin Kopdes Telan Rp1,8 Triliun! Menkop Tak Tahu

Sang Ayah Memilih Mundur

Penyerahan pengunduran diri Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, H Nevirizal (kanan). (Prokopim Gayo Lues)
Penyerahan pengunduran diri Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh dan Kesra (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh, H Nevirizal (kanan). (Prokopim Gayo Lues)

Sementara ayahnya, Nevirizal mengaku mengambil keputusan ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab setelah video flexing (pamer kekaayaan) sang anak viral di media sosial.

“Keputusan ini saya ambil dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab akibat munculnya perhatian publik terkait perilaku anggota keluarga saya yang menimbulkan polemik dan telah memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi tempat saya mengabdi,” tulis Nevirizal dalam keterangannya.

Dalam wawancara lanjutan Nevirizal mengatakan surat pengunduran diri tersebut sudah diserahkan kepada Wakil Bupati (Wabup) Gayo Lues H Maliki di Blangkejeran, karena bupati sedang dinas ke luar daerah.

Langkah itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilaku anggota keluarganya. Sebagai seorang pejabat publik, dirinya memikul tanggung jawab etika untuk menjaga integritas serta nama baik lembaga.

Comment