Makassar, PANRITA.News – Pengurus Pusat Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kolaka Utara (PP HIPPERMAKU) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Kepemimpinan I (LK I) Akbar yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Kolaka Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Panakkukang dan berlangsung dengan tertib serta lancar.
LK I Akbar diikuti oleh 53 peserta. Panitia mencatat bahwa terdapat beberapa peserta yang tidak dapat mengikuti kegiatan hingga selesai karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada hari Sabtu dan Minggu, yang berada di luar prediksi panitia. Panitia memberikan kebijakan khusus dengan tetap memprioritaskan kewajiban akademik peserta, dengan catatan peserta kembali mengikuti rangkaian kegiatan setelah agenda kampus selesai.
Ketua Umum PP HIPPERMAKU, Raihan Kamal, menyampaikan bahwa LK I Akbar bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah serius untuk membenahi arah kaderisasi yang selama ini kehilangan substansi. Menurutnya, persoalan utama kaderisasi hari ini bukan terletak pada minimnya kegiatan, tetapi pada krisis pemahaman identitas mahasiswa dan kader daerah.
“Banyak mahasiswa hari ini aktif secara akademik, tetapi kosong secara identitas. Mereka tidak benar-benar memahami siapa dirinya sebagai mahasiswa daerah, dari mana ia berasal, dan untuk apa ia menempuh pendidikan. Ketika identitas itu tidak dipahami, maka kesadaran akan hak dan kewajiban juga ikut melemah,” ujar Raihan Kamal.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena akan berdampak pada hilangnya kepedulian sosial dan tanggung jawab mahasiswa terhadap daerah asalnya.
“Mahasiswa daerah seharusnya menjadi aset intelektual dan moral bagi daerahnya. Namun ketika identitas itu tidak disadari, mahasiswa berpotensi kehilangan arah dan tidak mampu memberi dampak positif bagi lingkungannya. Inilah kondisi yang ingin kami luruskan melalui LK I Akbar ini,” tegasnya.
Raihan Kamal juga menekankan bahwa proses kaderisasi harus dijalankan dengan cara yang bermartabat dan mendidik. Ia secara tegas menyatakan bahwa kekerasan fisik, perpeloncoan, serta praktik yang merendahkan martabat manusia tidak memiliki tempat dalam proses pembentukan kader.
“Kami ingin membuktikan bahwa kaderisasi bisa berjalan tegas tanpa kekerasan, disiplin tanpa perpeloncoan, dan kritis tanpa merusak mental peserta. Alhamdulillah, seluruh rangkaian LK I Akbar ini berjalan tanpa kekerasan fisik sama sekali dan tetap mampu membangun kesadaran serta daya pikir peserta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran peserta dari seluruh kecamatan merupakan modal penting bagi masa depan organisasi dan daerah. Menurutnya, konsolidasi kader daerah harus dimulai dari kesadaran identitas, bukan sekadar penguatan struktur formal.
“LK I Akbar ini bukan akhir dari proses, tetapi awal. Kami ingin kader yang lahir dari kegiatan ini benar-benar sadar akan identitasnya, memahami posisinya sebagai mahasiswa daerah, dan siap mengambil peran nyata untuk Kolaka Utara. Itulah arah kaderisasi HIPPERMAKU yang sedang kami bangun,” tutupnya.
Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi PP HIPPERMAKU, Fachrul Mahesa Putra, menyampaikan bahwa konsep LK I Akbar dirancang secara sadar untuk membangun kesadaran identitas kader.
“Kegiatan ini kami susun agar kader tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memahami siapa dirinya, apa tanggung jawabnya, dan bagaimana seharusnya ia berkontribusi bagi daerah asalnya,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan tanpa perpeloncoan dan tanpa kekerasan fisik dalam bentuk apa pun.
Ketua Panitia LK I Akbar, Adrian Alfaridzi, menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif seluruh panitia dan peserta.
“Kami bersyukur kegiatan ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai dengan konsep yang telah dirancang bersama,” ungkapnya.
Salah satu peserta LK I Akbar, Arsal, turut menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan.
“Kegiatan ini membuat saya lebih memahami posisi saya sebagai mahasiswa daerah. Prosesnya nyaman, tidak ada tekanan fisik maupun mental, tetapi tetap menantang secara pemikiran,” ujarnya.
Melalui LK I Akbar ini, PP HIPPERMAKU menegaskan komitmennya untuk menjadikan kaderisasi sebagai proses pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada penguatan identitas, peningkatan kapasitas, dan kontribusi nyata kader daerah bagi pembangunan Kolaka Utara.

Comment