Makassar, PANRITA.News – Seorang orang tua siswa di Makassar, Hamsah, menyatakan keheranannya atas sorotan negatif yang dilayangkan sejumlah pihak terhadap program seragam sekolah gratis yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Makassar.
Menurut Hamsah, program yang resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tersebut justru sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan ekonomi lemah.
“Saya heran kenapa masih ada yang mempermasalahkan program ini. Padahal kami sebagai orang tua sangat terbantu. Tidak semua mampu membeli seragam baru untuk anaknya, jadi program ini nyata manfaatnya,” ujar Hamsah, Sabtu (2/8/2025).
Ia menambahkan, sejak program ini dijalankan, beban biaya pendidikan terasa jauh lebih ringan.
“Anak kami bisa sekolah dengan seragam layak tanpa kami harus berutang atau menunggu bantuan dari kerabat,” ungkapnya.
Hamsah berharap program ini bisa terus berjalan dan tidak diganggu oleh kepentingan-kepentingan yang justru mengabaikan realitas masyarakat bawah.
Diketahui, program seragam sekolah gratis merupakan salah satu inisiatif Pemerintah Kota Makassar dalam rangka meningkatkan akses pendidikan serta meringankan beban ekonomi keluarga, terutama bagi siswa baru jenjang SD dan SMP.
Program ini telah mendapat sambutan positif dari banyak kalangan, meskipun tak lepas dari kritik sejumlah pihak.
Hal senada disampaikan pemerhati pendidikan, Dr. Adi Suryadi Culla. Menurutnya, niat dan implementasi program ini sudah berada pada jalur yang tepat, membantu dan meringankan beban masyarakat.
“Tak perlu memperdebatkan hal-hal teknis yang justru mengaburkan esensi utama dari kebijakan ini. Yang penting adalah bagaimana masyarakat bisa menikmati hasilnya,” imbuh dia.
Ia juga melihat bahwa proses distribusi yang sudah berjalan serta pelibatan UMKM lokal dalam pengadaan seragam adalah langkah positif dalam memberdayakan ekonomi warga.
“Pelibatan UMKM lokal sangat strategis, karena memberdayakan ekonomi masyarakat secara langsung. Ini patut didukung, apalagi jika prosesnya dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Dr. Adi menilai bahwa kebijakan ini bersifat bertahap (gradual) namun memiliki sasaran yang jelas, yakni semua siswa SD dan SMP negeri di Kota Makassar.
“Tentu saja program seperti ini sangat tergantung pada kemampuan fiskal daerah. Tapi sejauh ini, upaya yang dilakukan Pemkot Makassar sudah sangat progresif. Bahkan jika dikembangkan lebih jauh,” paparnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, dan media, untuk bersama-sama mensupport dan mengawal dan mendukung kebijakan ini.

Comment