Plt Ketua KNPI Makassar Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto

Makassar, PANRITA.News – Pelaksana tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Makassar Syamsul Bahri Majjaga mendukung penuh langkah pemerintah Indonesia untuk memberikan gelar pahlawan nasional kepada mantan Presiden kedua RI Soeharto.

Menurutnya pro dan kontra dalam pemberian gelar Pahlawan bagi mantan Presiden Soeharto hal yang wajar dan pasti akan menimbulkan perdebatan yang panjang

“Pastinya pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah mengkaji dengan matang hal tersebut, sehingga pengusulan 10 nama calon pahlawan nasional pada tahun 2025 mutlak menjadi perdebatan,” Ujar Syamsul, Plt Ketua KNPI Kota Makassar, Senin (28/4/2025)

Ia mengatakan meskipun menjadi pro dan kontra akan tetapi jasa-jasa mantan Presiden Soeharto kepada bangsa ini tidak bisa di abaikan begitu saja oleh negara.

Iapun menegaskan KNPI Kota Makassar akan mendukung langkah DPP KNPI dan DPP Golkar untuk mengawal agenda pemberian gelar kepada mantan Presiden Soeharto menjadi pahlawan bisa terwujud

“Kita senada dengan Ketua Umum DPP KNPI serta DPP Golkar mendukung langkah pemerintah Indonesia menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada mantan presiden Soeharto, kita siap mengawal agenda tersebut,” Tegas Syamsul

Sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar angkat suara merespons polemik penolakan usul Presiden kedua RI, Soeharto menjadi pahlawan nasional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Sarmuji mengaku tak ambil pusing soal sejumlah kritik tersebut. Menurutnya, penolakan sejumlah pihak tetap tak menghapus fakta Soeharto berjasa memajukan Indonesia.

Golkar, kata Sarmuji, mengaku mendukung sepenuhnya agar Soeharto segera diangkat menjadi pahlawan nasional. Menurut Sarmuji, Golkar sudah lama mendorong usulan tersebut.

Menurut dia, Soeharto sudah sepantasnya diberikan gelar pahlawan. Hal itu terlepas dari kelebihan dan kekurangannya.

“Dengan segala kelebihan dan kekurangan, beliau telah banyak berjasa membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia,” kata Sarmuji dikutif dari CNN, di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta Rabu 23 April 2025 lalu.

Untuk diketahui Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada bulan lalu membahas pengusulan 10 nama calon pahlawan nasional pada tahun 2025.

Beberapa tokoh yang kembali diusulkan, antara lain K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Jenderal Besar H.M. Soeharto (Jawa Tengah), K.H. Bisri Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh), dan K.H. Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).

Sementara itu, empat nama baru yang diusulkan pada tahun ini, yaitu Anak Agung Gede Anom Mudita (Bali), Deman Tende (Sulawesi Barat), Prof. Dr. Midian Sirait (Sumatera Utara), dan K.H. Yusuf Hasim (Jawa Timur). (*)

Comment