Korban Meninggal KM Lestari Maju Sudah Mencapai 18 Orang

Tengglamnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju

Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Lestari Maju di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7/2018)

Selayar, PANRITA.News – Kapolsek Selayar, Ajun Komisari Besar Polisi Syamsu Ridwan mengatakan jumlah penumpang meninggal akibat kecelakaan KM Lestari Maju sudah mencapai 18 orang. Tim saat ini masih mengevakuasi korban-korban kapal yang kandas di perairan Selayar tersebut.

“Satu orang belum diketahui identitasnya, ini data korban meninggal pukul 20.40 Wita,” kata Kapolres Selayar Syamsu, Selasa 3 Juli 2018.

Sementara Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, mengungkapkan saat ini tim telah melakukan evakuasi 18 penumpang. Adapun data korban yang meninggal adalah Abdul Rasyid (60), Andi Junaeda (50), Sitti Saerah (50), identitas tidak diketahui (perempuan skitar 70 tahun), Rosmiati (40) Guru SMK Kesehatan Selayar, Rajmaeni alias Ati Raja (50), Denniamang (60), Sakinah, Abdul Rasyid (60 tahun), Andi Junaeda (50), Sitti Saerah (50), identitas tidak diketahui (perempuan skitar 70 tahun), dan Rosmiati (40).

Kemudian anak laki laki umur 2 tahun identitas tidak diketahui, anak anak perempuan umur 3 tahun identitas tidak dikenal, laki -laki tidak dikenal dan Nini Nurianti (30).

Menurut Syamsu, korban yang ditemukan selamat diantaranya dirawat di RSU KH. Hayyung sebanyak 17 orang, Puskesmas Batangmata 32 orang, dan Puskesmas Parangia 35 orang. Sehingga total korban yang selamat sebanyak 84 orang. Jumlah penumpang yang telah dievakuasi ada 102 orang dari manifest 139 orang.

“Masih ada puluhan korban yang masih tertahan di KM Lestari Maju yang kandas di Pantai Pa’baddiling, menunggu evakuasi,” tambahnya.

Kapal Lestari Maju mengalami kecelakaan laut di perairan Pulau Pasi, Kepulauan Selayar sekitar pukul 13.00 Wita, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal berangkat dari Pelabuhan Bira menuju Pamatata sekitar pukul 10.00 Wita.

Namun dalam perjalanan air laut masuk ke dalam kapal lantaran ada kebocoran lambung. Akibatnya kapal miring dan membuat seluruh penumpang panik.

“Awak kapal mencoba memompa air, tapi tak berhasil dan air tidak terbendung,” ucap Syamsu. (Tempo)

Comment