Makassar, PANRITA.News – Pemerintah kembali di isukan akan melakukan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan dalih untuk meringankan beban APBN.
Hal itu menuai kontroversi dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari aktivis. Salah satunya datang dari ketua umum Perhimpunan Mahasiswa Pemantau Pelanggaran Hukum (PMP2H) Muhammad Warakaf.
Ia menilai kebijakan tersebut akan menimbulkan dampak negatif yang luas dalam masyarakat karena kenaikan BBM akan berefek pada harga kebutuhan pokok.
“Kalau BBM naik itu merugikan sekali untuk masyarakat, salah satunya bahan pokok pasti naik, itu tidak baik untuk masyarakat kita” ungkapnya, Rabu (24/08/2022).
Ia pun secara tegas menolak hal tersebut dan akan bereaksi bersama dengan berbagai elemen mahasiswa dan pemuda.
“Kami selaku aktivis yang masih peduli dengan masyarakat tentunya menolak dengan tegas hal tersebut” ucapnya.
“Dalam waktu dekat, saya akan menghimpun seluruh elemen mahasiswa dan pemuda di kota Makassar untuk konsolidasi besar-besaran yang dilanjutkan dengan aksi untuk merespon kenaikan BBM, kami akan pastikan Makassar kembali membara untuk memperjuangkan hidup masyarakat kecil” tegasnya.

Comment