Makassar, PANRITA.News – Jumlah camera circuit television (CCTV) atau kamera pengawas yang dipasang di jalanan poros dan titik-titik rawan kriminalitas di Makassar masih sangat minim.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) War Room, Yamli Azikin mengatakan, saat ini baru ada 208 kamera CCTV yang tersebar di 187 titik di Makassar.
Jumlah itu sebut Aso, sapaan akrab Yamli, jauh dari kata cukup.
Apalagi dengan kota seluas dan sepadat ini, sudah seharusnya melebihi angka itu.
“Itu masih kurang sekali, bayangkan saja bandara (Sulhas) yang kecil begitu, itu sudah ada puluhan ribu CCTV yang terpasang,” ujar Aso, Rabu (02/03/2022).
Terkait jumlah CCTV yang harusnya terpasang, ia hanya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) menarget sebanyak-banyaknya.
Sayangnya, untuk tahun ini, belum ada informasi lebih lanjut perihal penambahan CCTV.
“Kita fokusnya di jalan-jalan protokol dan tempat berkumpulnya masyarakat. Kan konsep kita pengawasan kota sementara di lorong-lorong itu diharapkan dari Camat dan Lurah untuk memfasilitasi itu,” jelasnya.
Nantinya ketika sudah dipasang, maka terkoneksi dengan Kominfo lantai 10 Balai Kota (War Room).
Terbaru, pihaknya sudah memasang di wilayah Barukang, yang mana ada empat kamera CCTV untuk memantau situasi masyarakat setempat.
“Kemarin memang situasinya agak rawan kriminalitas sehingga dipasang di empat titik di Barukang,” terangnya.
Ia mengaku, tujuan CCTV kota ini lebih ke pemantauan sisi kota.
Jika ada tamu VVIP atau tamu negara datang, maka pihaknya memantau dari turun pesawat sampai pusat kota.
Ditanya apakah sangat efektif dalam memantau kegiatan kriminalitas, ia membenarkan hal itu.
“Kalau titik yang sudah dipasangi CCTV itu pelaku kriminal sudah tahu, makanya mereka tidak bergerak lagi di situ. Jadi biasanya mereka bergerak ke pinggiran kota yang tidak terjangkau CCTV,” paparnya.
Ia mengatakan, ada Perwali perihal kewajiban adanya CCTV dua unit pada bangunan seperti supermarket, yang dipasang menghadap ke jalanan sehingga sangat membantu otoritas.
“Dari situ, timnya mendorong partisipasi masyarakat melalui perwali itu untuk membantu pemantauan situasi kota,” tutupnya.
Sementara, Kadis Kominfo Makassar Mahyuddin mengatakan, untuk penambahan CCTV di wilayah rawan, saat ini pihaknya masih menginventarisir dulu wilayah mana saja yang rawan.
Pihaknya mengaku beberapa titik yang menjadi atensi di antaranya, rawan terjadi perang kelompok. Seperti di Tallo, Ujung Tanah, Bontoala.
Yang sudah terpasang, kata dia, yakni di Barukang dengan jumlah empat titik.
Di beberapa kecamatan lain sudah ada, hanya saja khusus untuk melihat daerah rawan masih di Barukang.
“Kita inventarisir dulu. Kita minta titik-titik dari kecamatan perihal mana saja wilayah yang rawan. Sehingga nantinya bakal diakomodir Diskominfo,” ungkapnya.
Ia berjanji, penambahannya akan dilakukan semaksimal mungkin. “Yah intinya semaksimal mungkin,” singkatnya.
Berikut rincian CCTV yang tersebar di Kota Makassar;
-208 kamera dari 187 titik di Makassar.
-Empat titik di Barukang khusus pemantauan terhadap kriminal dan perang kelompok.
-Titik rawan yang direncanakan dipasang selanjutnya; Tallo, Ujung Tanah, Bontoala. (*)

Comment