Potret Pilu Kakek Umar Relakan Pelampung Demi Cucu Sebelum KLM Nurul Salsa Tenggelam

Viral foto seorang kakek disebut menyerahkan pelampungnya untuk sang cucu saat KLM Nurul Salsa akan tenggelam di perairan Selayar. (Dok.ist)

Viral foto seorang kakek disebut menyerahkan pelampungnya untuk sang cucu saat KLM Nurul Salsa akan tenggelam di perairan Selayar. (Dok.ist)

pemkot-makassar

Selayar, PANRITA.News — Sebuah foto yang merekam momen memilukan sebelum tenggelamnya KLM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial.

Foto tersebut memperlihatkan seorang kakek yang diduga kuat menyerahkan jaket pelampung miliknya kepada sang cucu demi menyelamatkannya dari maut pada kejadian yang terjadi 15 Juli 2026 lalu.

Kakek dalam foto tersebut diidentifikasi bernama Muhammad Umar (80), sedangkan cucunya adalah Naura (13). Keduanya merupakan warga Kecamatan Bontoharu, Selayar.

Camat Pasimasunggu, Nur Amin Arsyad, mengonfirmasi bahwa foto tersebut diambil dalam kondisi darurat di atas kapal sebelum akhirnya karam di perairan Pulau Polassi, Selayar. Berdasarkan kesaksian korban selamat, Kakek Umar sengaja menolak mengenakan pelampung demi sang cucu.

“Foto itu diambil pada saat di kapal saat detik-detik blackout mesinnya. Keterangan warga yang selamat yang kami evakuasi, kakek ini sebenarnya ada pelampung dan jaket, tetapi dia tidak mau pakai,” ujar Nur Amin dikutip Kamis (23/7/2026).

Nur Amin menjelaskan bahwa situasi di atas kapal saat itu sangat mencekam. Sebagai penumpang tertua, Kakek Umar memprioritaskan keselamatan cucunya di tengah kepanikan yang melanda.

BACA JUGA:  Mati Mesin dan Sarat Muatan, KLM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar

“Kayaknya karena panik di situ, karena dia paling tua di situ. Begitu dikasih jaket pelampung, langsung dia kasih ke cucunya,” sebutnya.

Terpisah di Tengah Lautan

Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. (Dok.ist)
Tim SAR mencari penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar. (Dok.ist)

Hingga saat ini, Kakek Umar dan Naura masih dinyatakan hilang bersama tiga anggota keluarga lainnya. Sementara itu, seorang tante Naura bernama Rosma berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Yang dinyatakan hilang itu yaitu Muhammad Umar, Naura, Maridaeng, Bau Intang, dan Sahrul Amin. Sementara satu anggota keluarga yang selamat adalah Rosma yang merupakan tante dari Naura,” beber Nur Amin.

Diketahui, Naura sedang memanfaatkan masa libur sekolah untuk tinggal bersama kakek dan neneknya. Orang tua Naura sendiri tidak ikut dalam pelayaran maut tersebut.

“Orang tua Naura tidak ikut di kapal. Karena masih libur sekolah, dia ikut bersama kakek dan neneknya pulang dari Pasimasunggu Timur,” tuturnya.

Pihak kecamatan juga membagikan kesaksian memilukan dari korban selamat bernama Nawir. Usai kapal tenggelam, Umar dan Naura sebenarnya sempat bertahan di atas sebuah gabus di tengah laut. Namun, cuaca buruk dan kegelapan malam memisahkan mereka.

BACA JUGA:  Terombang-ambing 4 Hari di Laut, 5 Korban KLM Nurul Salsa Ditemukan Selamat

“Menurut Pak Nawir, malam itu Naura sempat bertanya, ‘Mana kakek saya, Pak?’ karena mereka sudah terpisah cukup lama setelah berada di atas gabus,” jelas Nur Amin.

Dalam situasi kritis tersebut, Nawir memutuskan nekat berenang mengejar sebuah kapal yang terlihat di kejauhan demi mencari bantuan untuk korban yang masih bertahan di atas gabus.

“Pak Nawir bilang, ‘Saya kejar itu kapal. Kalau saya berhasil, saya akan jemput kalian semua. Kalau saya tidak kembali, berarti itu takdir saya’,” kata Nur Amin menirukan cerita korban selamat.

Nahas, upaya penyelamatan itu berujung pilu. Saat Nawir berhasil mendekati kapal bantuan dan kembali ke titik semula, keberadaan gabus yang ditumpangi oleh Naura dan korban lainnya sudah raib disapu ombak.

“Hingga sekarang Naura dan kakeknya masih dalam pencarian. Foto itu menjadi salah satu potret yang paling menyentuh dari tragedi KLM Nurul Salsa,” pungkas Nur Amin.

Tim SAR gabungan bersama warga setempat dilaporkan masih terus melakukan upaya pencarian intensif di sekitar lokasi hilangnya para korban.

Comment