Ratusan Sahabat LACAK Gowa Dikukuhkan, Husniah Sasar Warga Miskin hingga Pelosok

Ratusan Sahabat LACAK Gowa Dikukuhkan, Husniah Sasar Warga Miskin hingga Pelosok

Bupati Gowa, Husniah Talenrang mengukuhkan Sahabat LACAK Gowa di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, Kamis (2/10/2025).

Gowa, PANRITA.News — Pemerintah Kabupaten Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Melalui pengukuhan Sahabat LACAK (Langkah Cepat Atasi Kemiskinan), Gowa memperkuat barisan relawan yang siap menjadi ujung tombak pendataan dan pengawalan warga miskin di seluruh pelosok desa dan kelurahan.

Kegiatan pengukuhan ini digelar pada Rabu, 2 Oktober 2025, di Baruga Tinggimae, Rujab Bupati Gowa, dengan mengangkat tema “Dalam Rangka Mendukung Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Gowa”.

Sebanyak ratusan relawan dari 167 desa dan kelurahan se-Kabupaten Gowa hadir dan dikukuhkan sebagai bagian dari gerakan sosial yang digagas secara partisipatif ini.

Ketua LACAK Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, melaporkan bahwa seluruh wilayah di Gowa kini telah memiliki perwakilan relawan Sahabat LACAK. Menariknya, mayoritas relawan yang mendaftar adalah perempuan.

“Di depan Ibu Bupati terlihat bahwa relawan didominasi oleh perempuan. Mereka adalah ‘ras terkuat’ di bumi ini. Mereka mendaftar dengan sukarela, dengan semangat dan visi yang sama, mendukung misi besar pemerintah Kabupaten Gowa dalam menghapus kemiskinan ekstrem,” ungkap Kaharuddin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tahun 2026 mendatang, gerakan LACAK akan diperluas dengan target mencetak 675 relawan di setiap dusun dan lingkungan yang ada di Gowa.

Kaharuddin pun tak kuasa menahan haru saat menyampaikan kondisi riil yang ia temui di lapangan.

“Saya menangis karena HP saya sekarang penuh dengan lebih dari 500 gigabyte foto rumah-rumah warga miskin. Bukan foto-foto cantik atau pemandangan, tapi wajah-wajah yang butuh uluran tangan kita semua. Semoga ini jadi amal ibadah untuk kita,” ucapnya lirih.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gowa, dr. Hj. Sitti Husniah Talenrang, memberikan sambutan yang menggugah empati seluruh hadirin.

Ia menyampaikan bahwa gerakan LACAK bukan hanya sekadar program, tetapi adalah panggilan nurani.

“Naluri saya mengatakan bahwa kehadiran LACAK adalah jalan menuju surga. Ini bukan sekadar tentang data kemiskinan, tapi tentang rasa empati dan tanggung jawab kita sebagai keluarga besar masyarakat Gowa,” tegas Bupati.

Ia pun menyinggung pentingnya budaya gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Butta Bersejarah Gowa.

“Kita ini dikenal keras, tapi jangan lupakan bahwa kita juga punya rasa empati yang besar. Mari bangkitkan kembali semangat tolong-menolong itu. Jika kita ingin dihargai, maka hargailah orang lain terlebih dahulu,” ujarnya.

Bupati Husniah juga menyoroti bahwa banyak masyarakat miskin yang tidak terdata dan luput dari program bantuan pemerintah.

“Mereka yang tidak terdata ini kadang justru hidupnya lebih memprihatinkan. LACAK hadir untuk menjangkau mereka yang tidak terlihat oleh sistem, agar tak ada lagi warga Gowa yang merasa diabaikan,” jelasnya.

Beberapa program pemerintah seperti PKH, BPNT, dan bantuan sosial lainnya telah dijalankan, namun belum mampu menjangkau 825 ribu penduduk Gowa secara merata.

“Saya berjalan ke banyak tempat bukan untuk sekedar mempertontonkan, tapi untuk mengajak semua pihak membuka mata dan hati. Mari tumbuhkan rasa empati. Kita punya nafas, punya tenaga, punya hati, mari gunakan itu untuk membuat mereka merasa dihargai dan hidup layak,” tutup Bupati dengan penuh haru.

Diketahui, LACAK (Langkah Cepat Atasi Kemiskinan) adalah inisiatif lokal Kabupaten Gowa yang berfokus pada pemberdayaan relawan dalam mendata dan membantu warga miskin, dengan tujuan mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem. Gerakan ini menjadi yang pertama di Indonesia dalam skala dan pendekatannya yang berbasis komunitas secara menyeluruh.

Comment