Sukamta Dorong Indonesia Lebih Aktif Wujudkan Solusi Dua Negara untuk Palestina

Sukamta Dorong Indonesia Lebih Aktif Wujudkan Solusi Dua Negara untuk Palestina

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. Dok.ist

Jakarta, PANRITA.News – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menegaskan bahwa Indonesia perlu lebih proaktif mendorong implementasi solusi dua negara (two-state solution) melalui jalur diplomasi internasional, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menurutnya, sikap Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara dalam sidang Majelis Umum PBB harus segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata.

“Indonesia mengusung solusi dua negara untuk kemerdekaan Palestina yang sudah diakui banyak negara. Tetapi, deklarasi ini hanya akan menjadi simbol diplomasi jika tidak ada implementasi konkret dari PBB dan komunitas internasional,” ujar Sukamta, Senin (29/9/2025).

Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan bahwa rakyat Palestina hingga kini masih menghadapi penjajahan, penindasan, dan genosida. Karena itu, pernyataan politik di level global harus diikuti dengan mekanisme implementasi yang jelas.

Sukamta juga menyoroti perubahan sikap Hamas, yang kini menyambut baik solusi dua negara setelah sebelumnya dianggap menolak opsi tersebut. Hamas, kata dia, menegaskan sejumlah tuntutan, mulai dari gencatan senjata permanen, penghentian blokade, pertukaran tahanan, penghentian pembangunan permukiman ilegal, hingga penarikan Israel dari Gaza.

“Ketika Hamas sudah membuka diri terhadap solusi dua negara, dunia internasional tidak boleh lagi berpaling. Deklarasi PBB harus diikuti dengan penghentian kejahatan Israel dan pengakuan penuh atas kedaulatan Palestina,” tegasnya.

Seperti diketahui, dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB di New York, Selasa (23/9), Presiden Prabowo tidak hanya menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, tetapi juga menyerukan penghentian kekerasan terhadap warga sipil. Bahkan, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia mengirimkan 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza di bawah mandat PBB.

Atas hal ini, Sukamta menyampaikan apresiasi terhadap langkah Indonesia, termasuk pengakuan resmi Palestina oleh 11 negara baru-baru ini, yang membuat kini 159 dari 193 anggota PBB telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

“Momentum ini harus dimanfaatkan. Tawaran Presiden Prabowo untuk mengirim pasukan ke Gaza merupakan langkah nyata yang patut didukung,” ujar Legislator asal DIY itu.

Ia juga mengingatkan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan keadilan.

“Indonesia wajib berdiri di garda depan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. PKS konsisten mendukung penuh hingga terwujud negara Palestina yang merdeka, berdaulat, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, serta hak kembali bagi para pengungsi Palestina,” kata Sukamta.

Di akhir pernyataannya, ia menekankan kembali agar Indonesia bersikap lebih tegas terhadap kejahatan kemanusiaan Israel.

“Kita harus aktif mendorong solusi dua negara lewat PBB maupun OKI, sekaligus mengecam keras tindakan Israel yang telah dikategorikan sebagai genosida oleh penyelidik PBB,” pungkasnya.

Comment