IIK Pelamonia Latih Karang Taruna Topejawa Siap Siaga Pertolongan Pertama di Lokasi Wisata

IIK Pelamonia Latih Karang Taruna Topejawa Siap Siaga Pertolongan Pertama di Lokasi Wisata

Tim dosen dan mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia turun langsung ke Desa Topejawa, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, untuk melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Takalar, PANRITA.News – Tim dosen dan mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Pelamonia turun langsung ke Desa Topejawa, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar, untuk melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung, terutama di kawasan wisata Pantai Topejawa, dengan bantuan aplikasi AL CPR For CFR.

Program yang didukung pendanaan hibah dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikti Saintek melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini melibatkan 36 anggota Karang Taruna Topejawa.

Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan melalui metode ceramah, diskusi, pelatihan berbasis aplikasi, hingga simulasi resusitasi jantung paru (RJP) menggunakan manekin standar.

Hasilnya sangat signifikan. Jika sebelumnya 86,11% peserta masih berada di kategori pengetahuan rendah soal Bantuan Hidup Dasar (BHD), maka setelah pelatihan, 94,44% naik ke kategori baik. Bahkan seluruh peserta berhasil memperagakan keterampilan RJP sesuai standar operasional.

Ketua tim pelaksana, Dr. Ns. Alamsyah, S.Kep., M.Kes., menegaskan bahwa pendekatan digital mempermudah proses belajar.

“Dengan aplikasi AL CPR For CFR, teori, materi digital, dan praktik bisa dipadukan. Peserta tidak hanya tahu konsep, tapi juga siap bertindak nyata saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Topejawa, Muh. Syukur, pun mengaku sangat terbantu.

“Biasanya kami hanya terlibat donor darah atau kerja bakti. Kali ini, kami belajar bagaimana menjadi penolong pertama saat ada warga atau wisatawan terkena henti jantung. Ini penting sekali bagi desa kami yang jadi tujuan wisata,” jelasnya.

Hal senada datang dari Humas Public Safety Centre (PSC) Takalar. Menurutnya, keterlibatan Karang Taruna sebagai community first responder sangat strategis.

“Mereka ada di garis depan. Jika terlatih, mereka bisa memberikan pertolongan awal sebelum tenaga medis datang. Itu bisa jadi pembeda antara hidup dan mati bagi korban,” tegasnya.

Dengan dukungan DPPM Kemendikti Saintek, program ini diproyeksikan menjadi model pengabdian masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Ke depan, tim IIK Pelamonia berencana memperluas sasaran ke pedagang wisata, komunitas nelayan, hingga mengintegrasikannya dengan layanan kesehatan lokal untuk membangun jejaring tanggap darurat yang lebih luas.

Comment