Mantan PTKP HMI Apresiasi Ketua DPRD Bulukumba Turun Langsung Temui Demonstran

Mantan PTKP HMI Apresiasi Ketua DPRD Bulukumba Turun Langsung Temui Demonstran

Mantan PTKP HMI Bulukumba, Suandi

Bulukumba, PANRITA.News – Aksi demonstrasi malam hari yang digelar Koalisi Cipayung Plus Bulukumba membuahkan hasil signifikan. Namun, perhatian publik justru tertuju pada sosok Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, yang secara langsung menemui massa aksi di tengah tensi yang tinggi.

Sikap berani Ketua DPRD Umy ini dianggap sebagai langkah luar biasa, jarang dilakukan oleh pejabat daerah, terlebih oleh seorang perempuan.
Kehadirannya di tengah demonstran menjadi simbol nyata dari kepemimpinan yang berani, terbuka, dan responsif terhadap suara rakyat.

Mantan PTKP HMI Bulukumba, Suandi, mengapresiasi tindakan Umy sebagai cerminan kesadaran tinggi seorang wakil rakyat terhadap tanggung jawabnya.

“Bertahan, mendengar, menemui, dan menerima tuntutan massa aksi, itu bentuk nyata fungsi perwakilan rakyat. Ini bukan sekadar formalitas,” ujar Suandi saat ditemui media di salah satu warung kopi di Bulukumba, Selasa (2/9/2025).

Meskipun dalam kesempatan tersebut Umy menyampaikan pernyataannya saat menerima aspirasi melalui teks tertulis, Suandi menilai hal itu bukan masalah substantif.

“Bahkan pidato kenegaraan pun masih sering menggunakan teks. Kekhawatiran Bu Ketua lebih kepada pemilihan kata-kata yang bisa menimbulkan bias atau disalahartikan publik,” jelasnya.

Umy Asyiatun Khadijah adalah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPRD di Butta Panrita Lopi. Menurut Suandi, Ummy mungkin memiliki kekhawatiran tersendiri, berkaca dari berbagai tragedi demonstrasi yang terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, Bandung, dan Solo.

“Dia ingin memastikan tidak ada insiden yang mencoreng Bulukumba. Karena itu, setiap pernyataan dijaga betul-betul, walaupun secara personal beliau tetap menerima tekanan dari massa,” tambahnya.

Langkah Umy dan DPRD Bulukumba malam itu bukan hanya bentuk empati terhadap aspirasi mahasiswa, tetapi juga mencatatkan momen penting dalam proses demokrasi lokal, bahwa suara rakyat tidak hanya didengar, tapi dikawal, bahkan hingga menjadi dokumen resmi yang akan diteruskan ke tingkat nasional.

Comment