Demo Telan Korban Jiwa, Prabowo Sebut ada Tindakan Makar di Makassar

Prabowo Sebut ada Tindakan Makar di Makassar

Presiden RI, Prabowo Subianto menyebut ada gejala tindakan makar yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan

Makassar, PANRITA.News – Presiden RI, Prabowo Subianto menyebut ada gejala tindakan makar yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Hal itu terlihat dari aksi unjuk rasa yang berujung anarkis dengan membakar gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel hingga menimbulkan empat orang korban jiwa.

“Ingat di Sulawesi Selatan, empat ASN tidak bersalah, tidak berpolitik menjadi korban, Gedung DPRD dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini,” tegas Presiden Prabowo di RS Polri, Kramatjati, Jakarta, Senin, 1 September 2025.

Dia menilai aksi ini merupakan bentuk kejahatan yang serius. Presiden menegaskan tindakan ini bukan penyampaian aspirasi. Aparat keamanan akan menyelidiki kasus ini dan mengungkap orang-orang yang bertanggung jawab.

“Saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita tidak ragu-ragu, saya tidak ragu-ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apa pun saya hadapi atas nama rakyat,” kata dia.

Sebelumnya, empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat kerusuhan di Makassar. Tiga orang di antaranya adalah karyawan yang terjebak kebakaran di DPRD Makassar. Seorang lainnya adalah driver ojek online yang tewas dikeroyok setelah sebelumnya sempat dituduh anggota intel.

Jenguk Polisi yang Jadi Korban

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati Jakarta Timur, Senin (1/9). Kehadirannya untuk menjenguk masyarakat dan anggota Polri yang mengalami luka-luka akibat aksi demonstrasi berujung ricuh yang terjadi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Sebanyak 31 anggota polisi mengalami luka ringan hingga harus menjalani operasi akibat demo ricuh pada Kamis (28/8) di Jakarta. Mereka dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Ada 31 orang yang luka-luka. Semua sedang dirawat intensif dan akan dilakukan beberapa tindakan operasi,” kata Kasubag Humas RS Polri Kompol Yoan Hendri saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (29/8).

Dilansir Antara, Yoan memastikan 31 orang tersebut merupakan anggota kepolisian yang berjaga saat aksi ricuh itu.

“31 orang itu semuanya anggota polisi, tidak ada masyarakat,” tegas Yoan.

Kondisi para korban beragam mulai dari luka ringan hingga ada yang cukup parah sehingga memerlukan tindakan operasi.

“Kita tetap menjalankan perawatan intensif kepada korban, karena ada yang luka, ada yang paling parah juga, tapi tidak bisa kita jelaskan,” ucap Yoan.

Dalam kesempatan itu, Prabowo meminta kepada Kapolri untuk segera menaikkan pangkat untuk para anggota polisi yang menjadi korban saat melaksanakan tugas itu.

“Saya prihatin. Mereka telah mengabdikan diri untuk negara. Naikkan pangkat mereka sebagai bentuk apresiasi,” kata Prabowo.

Comment