Gowa, PANRITA.News – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Gowa kembali menghidupkan diskusi publik lewat Tudang Sipulung Seri II, Sabtu (30/8/2025), di Kantor KPU Kabupaten Gowa.
Kali ini, tema yang diangkat cukup hangat: “Membaca Dampak Kenaikan Pajak: Beban Masyarakat atau Investasi Masa Depan.”
Acara yang dipandu Sekum MD KAHMI Gowa, Muhammad Fadhil, dibuka dengan sambutan Koordinator Presidium MD KAHMI Gowa, Jamaluddin Manda. Ia menegaskan bahwa Tudang Sipulung bukan sekadar forum biasa, melainkan wadah menampung gagasan masyarakat untuk menjawab isu-isu terkini.
“Kita ingin masyarakat lebih tenang menghadapi kenaikan pajak. Semua ide yang lahir dari forum ini akan kita salurkan demi kepentingan umat dan bangsa,” ujarnya.
Hadir sebagai pembicara utama, Direktur Perseroda Gowa, Ardiansyah Arsyad, yang menekankan pentingnya transparansi penggunaan pajak.
“Pajak sering dipandang sebagai beban. Padahal, kunci penerimaan publik adalah keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan manfaat dan penggunaannya,” jelasnya.
Suara Para Tokoh
Ketua KPU Gowa, Fitra Syahdanul menilai kebijakan pajak menyentuh langsung hajat hidup rakyat, sehingga harus dipastikan tidak memberatkan masyarakat kecil.
Sementara itu, Dewan Pakar MD KAHMI Gowa, Arfan S. Yusuf menekankan bahwa kenaikan pajak lahir dari proses panjang berbagai kebijakan, bukan keputusan sepihak. Edukasi publik pun penting agar masyarakat memahami manfaat jangka panjang.
Presidium MD KAHMI Gowa, Muhammad Isra juga mengingatkan bahwa kondisi negara tengah tidak stabil, sehingga pemerintah perlu memberi rasa aman agar rakyat tidak semakin resah.
Ketua Lembaga Hukum MD KAHMI Gowa, Muhammad Dahlan, SH., MH menegaskan peran DPR dan DPRD dalam mengawal kebijakan pajak agar benar-benar berpihak pada rakyat.
Forum Gagasan
Diskusi ditutup Muhammad Fadhil dengan harapan agar Tudang Sipulung ini menjadi ruang sehat untuk bertukar ide, khususnya dalam menyikapi kebijakan fiskal.
Forum diharapkan mampu melahirkan solusi konstruktif, sehingga pajak tak sekadar jadi beban, melainkan benar-benar menjadi instrumen pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.


Comment