Jakarta, PANRITA.News – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kemiskinan dengan mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp 500 triliun setiap tahunnya.
Dana ini akan digunakan untuk mendukung program bantuan yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar santunan, melainkan langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan secara permanen.
“Di era kepemimpinan Pak Prabowo ini, pemerintah menggelontorkan Rp 500 triliun tiap tahun sebagai bentuk nyata perubahan untuk mengatasi kemiskinan,” ujar Muhaimin saat menghadiri acara di UIN Walisongo Semarang, Kamis (19/6/2025).
Namun ke depan, arah kebijakan akan sedikit bergeser. Pemerintah berencana mengubah pendekatan dari sekadar bantuan sosial (bansos) menjadi program pemberdayaan yang lebih berkelanjutan dan produktif.
Muhaimin pun mengkritisi praktik bansos yang selama ini kerap salah sasaran. “Kadang yang dapat bansos malah tim sukses kepala desa,” sindirnya.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya tengah melakukan pembenahan data penerima bantuan agar ke depan program ini benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
“Bansos akan tetap ada, tapi hanya untuk mereka yang memang berhak. Dan saya pastikan selama saya menjabat, tak akan ada bantuan yang meleset sasaran,” tegasnya optimis.

Comment