Dubai, PANRITA.News – Iran secara tegas menolak ajakan untuk merundingkan gencatan senjata dengan Israel, bahkan di tengah meningkatnya ketegangan dan serangan balasan.
Kepada mediator dari Qatar dan Oman, Teheran menyampaikan bahwa mereka tidak akan duduk di meja perundingan sebelum menuntaskan respons terhadap serangan militer Israel.
Melansir Reuters, Seorang pejabat yang mengetahui komunikasi tersebut pada Minggu waktu setempat, mengatakan bahwa Iran tidak akan mempertimbangkan negosiasi apa pun “selama mereka masih dalam posisi diserang.”
Serangan Israel yang dilakukan secara tiba-tiba pada Jumat pagi disebut menghancurkan struktur komando militer Iran dan merusak fasilitas nuklir penting.
Tel Aviv pun menegaskan akan melanjutkan kampanyenya dalam beberapa hari ke depan, memicu kekhawatiran akan konflik yang meluas di kawasan.
Sebagai tanggapan, Iran mengancam akan “membuka gerbang neraka” untuk membalas serangan tersebut, menandai babak paling panas dalam permusuhan antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir.
Pejabat tersebut juga membantah laporan yang menyebut Iran meminta Qatar dan Oman untuk melibatkan Amerika Serikat dalam upaya menengahi gencatan senjata atau memulai kembali pembicaraan nuklir.
Oman dan Qatar selama ini dikenal sebagai jembatan diplomatik antara Iran dan AS. Oman bahkan sempat memimpin perundingan nuklir antara kedua negara, meski pembicaraan terakhir dibatalkan sehari setelah serangan udara besar Israel ke Iran.
Qatar, yang juga memiliki hubungan dengan Israel, sebelumnya sukses memediasi pertukaran tahanan antara Iran dan AS pada 2023.

Comment