Makassar. PANRITA.News – Perangkat kloter yang terdiri dari PPIH kloter, PHD, Ketua-ketua Rombongan, Ketua-ketua regu asal Provinsi Sulawesi Barat Embarkasi Makassar, mendapat materi pemantapan tugas jelang di terbangkan ke tahah suci dari Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro bertempat di Aula Wisma 1, Asrama Haji Sudiang, pukul 20.00 WITA. Ahad, (04/06/2023).
Prof. Dr. H. Wahyuddin Naro sebagai narasumber dalam pemantapan perangkat kloter tersebut memberi arahan terkait tugas dan fungsi petugas haji, termasuk karom dan karu. Baginya membangun komunikasi dan kordinasi antar petugas perangkat kloter merupakan bagian terpenting dalam melancarkan proses perjalanan ibadah haji para jemaah.
“perlu untuk membangun komunikasi dan koordinasi dengan maksimal antara petugas kloter, ketua rombongan dan ketua regu.” Ucapnya
Dirinya juga menambahkan, jika kondisi secara rill adalah jemaah yang akan berangkat adalah jemaah yang secara situasi dan kebiasaan atau aktivitas, terbilang baru. Sehingga kehadiran para pendamping atau petugas sangat menunjang kelancaran prosesi ibadah haji.
“Faktanya, sebagian besar jemaah itu baru. Baru-baru naik pesawat, baru pisah keluarga, baru mengurus dirinya sendiri. Bahkan mungkin baru melihat banyak orang. Makanya sangat butuh pendampingan, bantuan dan pelayanan dari petugas.” Tambahnya
Dirinya juga meneruskan, jika para jemaah haji punya banyak warna perbedaan, baik secara status sosial, kebiasaan hingga pengetahuan. Dan prosesi ibadah haji para jemaah, bergantung kepada para petugas haji.
“Jemaah itu punya status sosial yang beda-beda, kebiasaan yang beda-beda, selera yang beda-beda, pemahaman pengetahuan yang beda-beda hingga usia yang beda-beda pula. Sehingga para petugas baik petugas kloter, karom dan karu harus bisa mengatasi setiap persoalan yang ada. Kelancaran proses ibadah para jemaah bergantung pada para pendampingnya.” Terusnya.
“Ibadah haji itu ibadah fisik, sehingga butuh pendampingan, dan butuh orang yang bisa mengatur kelancaran ibadah haji mereka.” Tambahnya
Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, Dr. H. Syafruddin Baderung, M.Pd turut hadirpada pemantapan perangkat kloter tersebut mewanti-wanti kepada para petugas haji atau kloter, ketua rombongan, ketua regu agar benar-benar serius dan tulus mengurusi para jemaah
“Petugas haji atau kloter, karom dan karu itu ibarat organisasi mereka pengurus dan siap untuk mengurus karena tugasnya mengurus bukan diurus” Tutupnya.

Comment