Bontang, PANRITA.News – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bontang, Bakhtiar Wakkang menyayangkan ketidakhadiran Pimpinan PT Energi Unggul Persada (EUP) dalam rapat pembahasan distribusi minyak goreng curah.
“Selama ini hanya mengirimkan perwakilan saja. Kalau begini terus akan sulit menemukan solusi,” jelasnya.
Komisi II DPRD Kota Bontang menggelar Rapat dengar pendapat (RDP) terkait distributor minyak goreng di Bontang bersama PT Surya Ciptaloka (PT SCL) dan CV Fatih Arsipratama dan instansi pemerintahan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang PT Energi Unggul Persada (PT EUP) selaku produsen. Senin (22/5/2023).
Dalam pertemuan tersebut, politikus yang akrab disapa BW itu mengusulkan beberapa hal. Utamanya agar permasalahan distribusi minyak goreng, harga, hingga kontrak dengan distibutor bisa segera diselesaikan.
Pertama, jika pihak manajemen tidak bisa memenuhi panggilan, maka Komisi II DPRD Bontang yang akan pergi ke Jakarta. “Kita jemput bola ke sana,” sambungnya.
Kedua, pembentukan panitia khusus (pansus) yang ditugaskan menangani hal itu. Menurutnya, perlu kesepakatan final yang harus dipastikan. Termasuk bahasan penetapan harga yang berbeda di tingkat distributor.
Ketiga, mengadakan rapat internal dengan pimpinan dewan. Sebab persoalan itu, lanjutnya, merupakan sesuatu yang krusial.
“Ini sifatnya usulan. Apa yang sekiranya bisa dilakukan agar persoalan ini selesai,” jelasnya.
Merespon hal itu, staf legal dari PT EUP Endy, mengaku tidak bisa berbicara banyak dan mengambil keputusan terkait persoalan tersebut. Namun dia menegaskan bahwa, perusahaan tidak bisa ekspor minyak bila kuota 20 persen untuk distributor dalam negeri belum terpenuhi. Pun Ia memastikan kuota 20 persen itu sudah terpenuhi mengingat aktivitas mereka dipantau langsung Kemendag.
“Kewajiban DMO (Domestic Market Obligation) 20 persen, benar. Kalau DMO terpenuhi, baru bisa ekspor. Itu selalu dipantau Kementerian Perdagangan,” terangnya.
Sementara, soal tera jembatan timbang menurutnya selalu rutin dilakukan pengecekan. Namun, untuk memastikan kondisinya ia akan mengecek kembali soal tera tersebut.
“Akan kami tindaklanjuti. Karena setahu saya di tera itu selalu rutin di cek. Tapi ini sebagai masukan. Akan kami cek lagi,” tandasnya.

Comment