Buka Pendidikan Karakter, Naoemi Apresiasi Pembentukan Character Building Bagi Tenaga Pendidik

Makassar, PANRITA.News – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Selatan Naoemi Octarina membuka pelatihan sekaligus memberikan arahan pada kegiatan workshop pembentukan dan penguatan kader pendidikan dan karakter.

Pada kesempatan tersebut, Naoemi menyebutkan pembentukan karakter bagi tenaga pendidik saat ini sangat dibutuhkan, mengingat pergeseran perilaku manusia diera milenial perlu dibarengi dengan pemahaman teknologi oleh tenaga pendidik saat ini

“Era saat ini telah mengalami pergeseran dari analog menjadi digital saat ini yang harus dipahami oleh tenaga pendidik, sehingga dengan workshop pembentukan karakter ini sangat penting untuk kemajuan pendidikan di Sulsel,” jelas Naoemi.

Naoemi juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan yang dilakukan dinas pendidikan provinsi sulsel, dia pun berharap agar kiranya kegiatan yang diikuti 100 orang tenaga pendidik perwakilan 24 kabupaten kota.

Kegiatan ini mengangkat tema “Menumbuh kembangkan karakter tenaga kependidikan melalui proses pembelajaran pendidikan karakter yang kreatif, inovatif, dan berintegritas, mampu memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Sulsel”.

“Karakter adalah ciri atau karakteristik individu yang menetap dan merupakan bawaan sejak lahir, sehingga tiap orang berbeda-beda wataknya atau biasa juga disebutkan sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya,” Kata Naoemi, saat membuka kegiatan tersebut di WW Three Premier Hotel Makassar.

Sehingga kata dia pembentukan pembentukan character building untuk tenaga kependidikan sebuah usaha dalam melakukan pembinaan dan memperbaiki serta membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak (budi pekerti).

Sehingga dalam mengimplementasikan pendidikan ke anak-anak didik, tenaga pendidik mampu memberikan hasil yang lebih maksimal,  sehingga kedepan akan menunjukkan perilaku laku yang makin baik berlandaskan nilai-nilai agama dan pancasila selaku dasar negara.

“Didiklah anakmu sejak 25 tahun sebelum ia lahir sudah diberikan peringatan pula bahwa akan ada masa, kita harus mendidik mereka sesuai zaman kelahiran dari generasi tersebut”  ucap Naoemi mengutip pribahasa H.R. Ali Bin Abi Thalib.

Penting diketahui ingat bahwa masa depan negara kita ini sesungguhnya ada di Desa/Kelurahan, menjadi kewajiban bersama untuk membangun generasi emas yang menjadi visi negara kita tahun 2045.

“Saya berharap dengan para pengasuh dan tenaga pendidik makin berkarakter baik sehingga bisa menularkan pada pengembangan moral anak, menumbuhkan kreativitas dan melatih skill mereka, lebih banyak mengarahkan anak, memberikan contoh lebih ampuh dari nasehat, memberikan semangat dan keceriaan, menyediakan layanan pendidikan terstandar, dan menjadikan rumah sebagai tempat pendidikan awal dan tempat mendapatkan kebahagian paling utama,” jelasnya.

“Kita wajib bersyukur bahwa beberapa materi materi yang akan disampaikan hari ini sangat penting untuk perbaikan Tindakan kita kedepan untuk menjadi role model, support system bagi anak didik kita,” tambahnya.

Apalagi dalam Workshop menghadirkan materi tentang pembelajaran tahsin atau bagaimana membaguskan dan mengindahkan bacaan Al-Qur’an, agar anak sejak usia dini sudah dapat berdoa dengan ucapan yang benar.

“Karena jika sejak usia dini diajarkan doa dengan ucapan yang tidak benar maka akan terekam sampai pada usia dewasa dan tentu akan berbeda arti dari bacaan yang sebenarnya,” tutupnya.

Comment