Makassar, PANRITA.News – Politisi Muda berlatar belakang aktivis dan entrepreneur yang juga Sekretaris Jenderal Front Gerakan Aktivis Se-Indonesia (FRAKSI), Muh. Awaluddin Mangantarang meminta Panglima TNI tindak tegas oknum KDRT di tubuh TNI.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) baik fisik maupun psikis yang dilakukan oleh oknum TNI akhir-akhir ini banyak viral di beberapa media, baik cetak, online, maupun media sosial,
“Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa harus mengatensi dengan merespon cepat juga tidak main-main, dengan ancaman hukuman yang cukup berat, hal ini harus di lanjutkan bahkan perlu lebih pertegas lagi oleh calon panglima TNI yang baru, yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono yang selangkah lagi bakal memegang tongkat komando Panglima TNI, yang sudah disetujui Komisi I DPR RI usai uji kepatutan dan kelayakan,” ucap Awal sapaan akrabnya, Minggu (04/11/2022).
Lebih jauh, mantan Sekretaris PW IWO (Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online) Sulawesi Selatan tersebut menuturkan, jika aturan saat ini terkait KDRT dalam lingkup keluarga TNI perlu dipertegas tanpa pandang bulu, sehingga hal tersebut tidak terus berulang.
Dijelaskan dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan tindakan KDRT adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/ atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan pemaksaan , atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga.
Hal tersebut di pertegas dalam Undang-undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer, bahwa apabila ada perbuatan kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang Militer/TNI itu tergolong dalam tindak pidana.
“Kenapa saya mengungkapkan ini, karena saya pun merasakan hal yang sama dimana dugaan kuat ada oknum TNI yang melakukan hal tersebut kepada family/saudara saya,” tutur mantan Sekretaris Jenderal ILMISPI (Ikatan Lembaga Senat Ilmu Sosial Politik Indonesia) tersebut.
Sebelumnya, Laksamana Yudo mengaku akan mengerahkan segala upaya agar tidak ada lagi prajurit TNI yang bersikap arogan dan menyakiti rakyat.
“TNI harus selalu menyatu dan hadir di tengah rakyat sebagai problem solver dan harus bersikap humanis,” kata Yudo.
“Apabila nantinya saya dipercaya menjadi Panglima TNI, saya akan mengerahkan segala dan upaya agar tidak ada lagi oknum-oknum TNI yang melakukan hal tidak terpuji serta bersikap arogan yang dapat merugikan dan menyakiti hati rakyat,” imbuhnya.

Comment