Gowa, PANRITA.News – Kasus yang menyeret Phinisi Hills sebagai kawasan villa dan agrowisata yang terletak di Desa Belabori Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa terus bergulir di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, beberapa instansi terkait di pemerintahan Kabupaten Gowa telah dipanggil untuk dimintai keterangan oleh pihak Kejati Sulsel terkait dengan kasus tersebut, termasuk beberapa tokoh masyarakat terkait juga sudah dipanggil.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sulsel, Soetarmi pun membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (29/9/2022).
“Memang benar, beberapa pihak terkait termasuk instansi pemerintah yang berhubungan dengan kasus tersebut telah dipanggil untuk klarifikasi,” ucapnya.
Hal tersebut berkaitan dengan beberapa dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak Phinisi Hills yakni dugaan perizinan, lahan yang diduga masuk kawasan hutan, penyerobotan lahan warga hingga penggunaan lahan Pemerintah daerah yakni yang diduga sebagai bekas lahan pemukiman transmigrasi.
“Pihak yang terkait hal tersebut telah dipanggil oleh pihak kejaksaan,” ucapnya.
“Kasus ini terus bergulir dan terus diselidiki oleh tim intel Kejati Sulsel,” tutupnya.
Beberapa dinas instansi pemerintah Gowa terkait yang coba untuk dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan, hanya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Gowa yang mengkonfirmasi jika benar adanya pemanggilan untuk klarifikasi.
“Benar undangan klarifikasi untuk kasus PT AFA (Phinisi Hills),” ungkap Kadis PTSP, Indra Setiawan.
Kadis Perumahan, Permukiman dan Pertahanan (Perkimtan) Gowa Abdullah Sirajuddin saat dikonfirmasi enggan berkomentar karena lagi rapat.
“Lagi rapat,” ucap Kadis Perkimtan singkat.

Comment