Bontang, PANRITA.News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang melaksanakan verifikasi lapangan perwujudan Gereja Ramah Anak (GRA).
Kali ini mitigasi bencana dilakukan di Gereja Katolik Santo Yosef, Jalan Ciptomangunkusumo, Gunung Elai, Kamis (25/8/2022).
Staf Pelaksana Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bontang Abdul Majid menuturkan, kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang.
Menurutnya, tujuan dari kegiatan ini memberi edukasi dan menyadarkan para pengelola gedung gereja, agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dan meminimalisir risiko bencana bagi anak dan jemaat.
“Kami memberikan pemahaman mengenai disiplin ilmu tentang kebencanaan. Pengurangan risiko bencana ini agar menciptakan rasa aman para jemaat dan anak,” kata Majid saat dikonfirmasi, Kamis (25/8).
Ia mencontohkan, terciptanya rasa aman itu dapat dilakukan pemenuhan sarana dan prasarana di sekitar gedung, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Kemudian, lokasi gedung gereja yang berada di atas bukit, dapat menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul di area gereja. Pelaksanaan prosedur penanggulangan bencana ini dapat meminimalisir risiko bencana, seperti tanah longsor, gempa dan kebakaran
“Pelaksanaan prosedur penanganan bencana ini dapat menciptakan rasa aman dan nyaman saat beraktivitas di dalam gedung dan sekitar area Gereja,” terangnya.
Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga meminta pengurus gereja dapat membuat tim penanggulangan dan pengelolaan bencana. Dalam praktiknya, tim mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Ia mencontohkan, tim dapat menghadapi kedaruratan bencana, seperti kebakaran. Adapun pelaksanaanya akan dibagi menjadi empat bagian, meliputi tim pemadaman api, tim evakuasi aset dan jiwa, tim informasi, serta tim medis.
“Jadi mereka dapat secara mandiri melakukan penyelamatan korban dan diri sendiri, sebelum para petugas BPBD atau berwenang datang ke lokasi,” pungkasnya

Comment