Waketua DPRD Bontang Agus Haris Desak PKT Transparan

Bontang, PANRITA.News – Aksi demonstrasi “Masyarakat Bufferzone Menggugat,” beberapa waktu lalu, Senin (1/8/2022) disorot dewan.

Wakil ketua DPRD Bontang, Agus Haris menyebut sejak berdiri keberadaan Pupuk Kalimantan Timur banyak memberi kontribusi bagi daerah, maupun bantuan langsung bagi seluruh masyarakat Bontang, khususnya di wilayah bufferzone.

Baik bagi kelompok masyarakat maupun pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tak hanya itu, perusahaan ini juga merupakan objek vital nasional, yang menampung ribuan tenaga kerja. Sebagian besar yang bekerja di sana adalah orang Bontang.

“Itu tidak bisa dipungkiri, Bontang disebut kota industri karena salah satunya ada perusahaan ini (PKT). Apalagi banyak kontribusi dan peran selama ini direalisasikan PKT, sangat memberi dampak signifikan bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya, saat ditemui di sekretariat DPRD Bontang, Senin (1/8/2022).

Meski demikian, AH sapaan akrabnya juga tak menyalahkan aksi yang dilakukan aliansi masyarakat tersebut dalam menyampaikan aspirasinya. Maka seharusnya PKT lebih terbuka menanggapi tuntutan mereka.

“Itu hal wajar pasti setiap daerah selalu ada konflik. Maka PKT harusnya lebih terbuka duduk bersama, sampaikan saja tuntutan yang diminta mereka. Kalau perlu perusahaan beberkan saja semua, termasuk itu bantuan CSR kemana saja sudah diberikan berapa jumlahnya. Apa saja yang sudah dibangun untuk masyarakat. Biar jelas,” timpalnya.

Menurutnya, dengan pertemuan dan pemaparan itu bisa benjawab tuntutan kelompok masyarakat tersebut, yang katanya kurang diperhatikan.

“Mungkin ada beberapa kelompok tidak puas. Jadi untuk menjawab itu, silahkan PKT beberkan secara gamblang, kelompok masyarakat mana saja yang sudah dibantu sekian miliar. Untuk pembangunan penyelenggaraan pemerintah juga berapa miliar. Lampirkan semua dengan bukti. Sehingga tidak ada ditutup-tutupi. Karena kalau perusahaan diam saja, masyarakat menganggap dugaan itu benar,” bebernya.

Di akhir ia AH berharap, masalah ini bisa diselesaikan dengan cara mediasi, agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan.

“Supaya ini menjawab dugaan masyarakat. Jangan sampe tidak ada jawaban, sehingga masyarakat menganggap dugaan itu benar kalau PKT diam saja. Apalagi sekarang yang jadi tanda tanya publik ada dua, apakah betul PKT tidak peduli dengan bufferzone, kalau betul mana buktinya dan kalau tidak apa buktinya. Semoga ini bisa diselesaikan dengan baik,” tandasnya. (*)

Comment