Bontang, PANRITA.News – Pasca ledakan di area Pabrik Kaltim 5 PKT, Sabtu (23/7) lalu, Dewan serukan sosialisasi kedaruratan sebagai upaya mitigasi dan pembangunan jalur evakuasi.
Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris meminta pemerintah dan perusahaan mensosialisasikan mitigasi bencana di sekitar wilayah industri.
“Ini penting, masyarakat harus diedukasi. Jadi mengerti harus berbuat apa ketika ada bahaya akibat insiden di perusahaan,” kata Agus Haris kepada awak media, Selasa (26/7/2022).
Selain itu, pria yang disapa AH ini juga mendorong pembangunan membangun jalur evakuasi untuk masyarakat, khusus di Kelurahan Guntung.
Apalagi, sampai sekarang jalur utama menuju Kampung Budaya itu masih melintasi wilayah industri.
Ia menilai, pentingnya akses baru untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat di sana apabila ada bencana industri.
Menurutnya, wacana pembuatan jalur alternatif itu sempat menyeruak. Harusnya segera dieksekusi jangan tunggu kejadian berulang kembali terjadi.
“Dipercepat itu jalur barunya,” ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Anwar Nurddin mengatakan, anggaran untuk membuat jalur pintu masuk Kelurahan Guntung sudah tersedia.
Diketahui anggaran yang sudah disiapkan sekira Rp 900 juta baik itu untuk pembukaan lahan terlebih dahulu.
Sementara untuk pembangunan jalan beton rencananya akan meminta bantuan dari perusahaan.
Saat ini dikatakan Anwar hanya menunggu kepastian pemilik lahan yang ingin menghibahkan tanahnya untuk jalan.
“Dana sudah siap. Kita nunggu saja ini pembuatan surat kesepakatan antara Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara dan pemilik lahan. Baru proyek itu bisa berjalan,” kata Anwar.
Jalan nantinya terletak didekat Hotel Equator dengan panjang sekira 800 Meter. Pihak PT PKT juga akan membantu pembangunan jembatan.
Karena jalur baru nanti ada melintasi sungai Guntung. Hanya saja progres itu belum berjalan sebelum ada keputusan bersama.
PUPRK Bontang menunggu hingga Agustus 2022. Jika sampai tenggat waktu melampaui proyek bisa diundur. Karena mengingat efektivitas waktu pengerjaan.
“Kalau lewat Agustus pasti waktunya tidak cukup. Karena tinggal persetujuan warga saja,” pungkasnya.

Comment