FPMPHAK Desak KPK Tangkap Pengusaha Penyuap Auditor BPK dalam Kasus NA

Ketua Umum Forum Pemuda Mahasiswa Pegiat Hukum dan Anti Korupsi, Amriadi

Makassar, PANRITA.News – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kantor Dinas PUPR Sulawesi Selatan pada Kamis (21/7/2022).

“Dalam rangka pengumpulan bukti kegiatan penyidikan pengembangan perkara korupsi yg sebelumnya KPK tangani” ujar Ali Fikri, juru bicara KPK saat dikonfirmasi.

Ali menyampaikan jika dalam agenda tersebut merupakan pengembangan kasus korupsi Nurdin Abdullah yang lalu.

“Pengembangan dari fakta hukum di persidangan terdakwa NA” ungkapnya.

“KPK menemukan ada dugaan suap saat dilakukan pemeriksaan keuangan Pemprov Sulawesi Selatan tahun 2020 pada Dinas PUTR,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Forum Pemuda Mahasiswa Pegiat Hukum dan Anti Korupsi, Amriadi mendesak KPK untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“KPK harus bergerak cepat untuk menangani kasus tersebut semua yang terlibat harus mendapat hukuman yang setimpal” tegasnya.

Menurut data yang dikumpulkan maka diduga setidaknya ada beberapa pengusaha yang melakukan suap kepada auditor BPK agar temuan dalam proyek yang di tangannya dapat ditutupi.

“Kami punya data beberapa orang yang kami juga melakukan suap ke auditor BPK agar ditutupi temuan dalam proyeknya” ungkapnya.

“Oleh karena itu kami mendesak KPK agar juga menangkap para pengusaha tersebut karena melakukan tindak pidana penyuapan” tegasnya.

Ia pun mengancam akan melakukan aksi demonstrasi desakan kepada KPK untuk dapat lebih progres dan transparan dalama mengusut kasus tersebut.

“Kami tengah melakukan kajian dan konsolidasi agar KPK segera menangkap para pengusaha yang diduga melakukan penyuapan dan juga auditor BPK yang diduga ikut bermain” tegasnya.

Tinggalkan Komentar